Pencarian

Mobil Perpustakaan Keliling Dispusip Mamuju Jadi Pilihan Pelajar di Tengah Perayaan Hari Anak Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 • 20:03:01 WIB
Mobil Perpustakaan Keliling Dispusip Mamuju Jadi Pilihan Pelajar di Tengah Perayaan Hari Anak Nasional
Pelajar membaca buku di mobil perpustakaan keliling Dispusip Mamuju pada perayaan Hari Anak Nasional di halaman Kantor Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (3/8).

MAMUJU — Keramaian perayaan Hari Anak Nasional di halaman Kantor Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (3/8), tidak menyurutkan antusiasme pelajar untuk mencari buku. Mobil perpustakaan keliling milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Mamuju justru menjadi tujuan utama para siswa untuk mengisi waktu.

Beragam kalangan pelajar, mulai dari anak PAUD hingga siswa SMA, terlihat silih berganti mendatangi kendaraan layanan tersebut. Mereka tampak asyik memilih dan membaca buku tanpa perlu diarahkan, mengubah lokasi acara menjadi ruang baca dadakan yang hidup.

Koleksi Bacaan Ramah Anak Jadi Daya Tarik Utama

Dispusip Mamuju menyiapkan ratusan koleksi yang dikategorikan ramah anak. Tersedia buku bergambar, cerita anak, komik edukatif, novel, hingga bacaan pengetahuan umum yang membuat rak-rak buku langsung ramai dikerumuni.

Beberapa anak bahkan rela masuk ke dalam mobil untuk mencari judul kesukaannya. Buku-buku tersebut berpindah tangan dengan cepat, dibuka, dan dibaca dengan penuh antusiasme di tempat.

Strategi Dispusip Mamuju Dekatkan Buku ke Anak

Kepala Dispusip Mamuju, Syarifuddin, menegaskan bahwa layanan ini bukan sekadar pelengkap acara. Pihaknya sengaja menghadirkan perpustakaan keliling sebagai strategi untuk memperluas jangkauan bacaan berkualitas hingga ke ruang yang paling dekat dengan anak.

“Kehadiran perpustakaan keliling bukan sekadar pelengkap acara, melainkan strategi kami untuk memperluas jangkauan bacaan berkualitas hingga ke ruang-ruang yang paling dekat dengan anak. Momentum peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi kesempatan yang tepat untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini,” ujar Syarifuddin saat mendampingi pelajar membaca buku.

Menurut Syarifuddin, peningkatan minat baca tidak bisa hanya mengandalkan ruang kelas. Anak-anak membutuhkan ruang belajar yang menyenangkan agar membaca menjadi kebutuhan, bukan kewajiban. Karena itu, layanan perpustakaan keliling terus diperkuat sebagai sarana yang mendekatkan buku kepada masyarakat.

“Selain menyediakan bahan bacaan, layanan perpustaakan keliling juga membuka ruang bagi anak-anak untuk belajar, mengeksplorasi pengetahuan, dan memperluas wawasan,” terangnya.

Respons Pelajar dan Orang Tua

Rizki Jarug, siswa kelas V SD Inpres Karema, mengaku senang bisa mengunjungi perpustakaan keliling. Ia mengaku gemar membaca komik dan buku cerita anak.

“Saya suka karena bukunya banyak. Bisa baca banyak buku,” kata Rizki.

Hal serupa disampaikan Arsyila, siswi kelas III SDN 2 Mamuju. Ia datang dengan tujuan mencari buku bergambar tentang binatang.

“Mau cari buku bergambar. Saya suka buku yang banyak gambarnya. Ceritanya binatang,” ucap Arsyila.

Apresiasi juga datang dari Rismawaty, orang tua siswa. Menurut ibu dua anak ini, keberadaan mobil perpustakaan memberi alternatif bacaan yang bervariasi untuk buah hatinya. Suasana belajar di luar kelas juga dinilainya lebih fleksibel karena tidak dibatasi jam pelajaran.

“Kalau saya sangat bermanfaat ya. Pertama karena memang bukunya banyak dan bervariasi. Anak-anak bisa pilih mana yang paling dia suka. Kedua karena suasananya di luar kelas jadi tidak dibatasi jam pelajaran. Anak-anak bisa membaca sepuasnya,” pungkasnya.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: reportase.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks