MAMUJU — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat kembali menggelar pelatihan tahunan bagi insan pers di daerah. Capacity Building Wartawan 2026 yang berlangsung di Mamuju, Rabu (29/1/2026), menyasar kompetensi jurnalis dalam menghadapi disrupsi digital dan perubahan lanskap media.
Materi Relevan dengan Perkembangan Platform Digital
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar, Erdifian Gumilang, mengatakan tema pelatihan tahun ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan industri media saat ini. Materi yang disajikan mencakup teknik jurnalistik yang adaptif terhadap berbagai platform, mulai dari media cetak, televisi, hingga media digital.
“Hari ini materinya sangat relevan, bagaimana jurnalisme dipadukan dengan berbagai platform media, termasuk teknik-teknik jurnalistik yang sesuai dengan era digitalisasi,” ujar Erdifian dalam sambutannya.
Narasumber dari Metro TV untuk Perkaya Wawasan
Untuk memperkuat materi, BI Sulbar menghadirkan narasumber dari Metro TV yang memiliki pengalaman luas di lintas platform media. Erdifian berharap pengalaman praktis dari narasumber dapat menjadi bekal bagi wartawan di Sulbar untuk meningkatkan kualitas pemberitaan, khususnya isu-isu ekonomi.
“Kami berharap pengalaman tersebut dapat disampaikan kepada rekan-rekan media dan dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama dalam mengulas isu-isu perekonomian terkini,” tuturnya.
Komitmen Sinergi BI dan Insan Pers
Kegiatan capacity building ini merupakan agenda rutin yang direncanakan berlanjut setiap tahun. Erdifian menegaskan komitmen BI dalam memperkuat sinergi dengan media sekaligus mendorong peningkatan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat.
“Ke depan, capacity building ini tetap akan kami rencanakan sebagai agenda tahunan dengan menghadirkan inovasi dan materi-materi yang relevan dengan perkembangan dunia jurnalistik,” katanya.
Target: Pemberitaan Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Menurut Erdifian, perkembangan teknologi informasi menuntut insan pers untuk terus berinovasi dan mengikuti dinamika industri media. Hal ini penting agar jurnalis di Sulbar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, dan relevan dengan kebutuhan publik.
“Dengan berbagai inovasi yang ada saat ini, kita harus terus mengikuti perkembangan yang terjadi di tingkat nasional, memahami bagaimana proses di balik layar dunia jurnalistik, sehingga rekan-rekan media di Sulbar juga mampu menghadirkan karya yang tidak kalah baik, bahkan lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, BI Sulbar berharap kemitraan dengan insan pers semakin erat serta mampu mendorong lahirnya pemberitaan yang edukatif dan konstruktif dalam mendukung peningkatan literasi ekonomi serta pembangunan daerah di Sulawesi Barat.