SULAWESI BARAT — Laga di Stadion Thuwunna, Yangon, Sabtu (25/7) berjalan sengit sejak menit awal. Tuan rumah Myanmar unggul lebih dulu melalui gol Myat Kaung Khat, namun Malaysia bangkit dan memastikan kemenangan 2-1.
Duet Josue dalam 3 Menit Bikin Myanmar Terpukul
Babak kedua baru berjalan tujuh menit, Malaysia sukses menyamakan skor. Skema sepak pojok ciamik dimanfaatkan Paulo Josue lewat sontekan jarak dekat. Tiga menit berselang, Malaysia mendapat hadiah penalti setelah Mohamadou Sumareh dilanggar kapten Myanmar, Nanda Kyaw, di kotak 16. Josue yang maju sebagai eksekutor menuntaskan tugasnya dengan tenang, membalikkan kedudukan menjadi 2-1.
Dua gol cepat ini menjadi pukulan telak bagi Myanmar yang sebelumnya tampil percaya diri. Malaysia pun mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi, meski tuan rumah sempat beberapa kali memberikan ancaman.
Gol Awal Myanmar Berawal dari Bola Muntah
Myanmar membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat serangan cepat. Tendangan seorang pemain diblok bek Malaysia, namun bola muntah jatuh ke kaki Myat Kaung Khat. Ia langsung menyontek dari dalam kotak penalti, mengalahkan kiper Azri Ghani.
Malaysia sempat kesulitan mengembangkan permainan di babak pertama. Umpan silang Sumareh pada menit ke-21 tidak ada yang menyambut. Sontekan pemain Malaysia pada menit ke-29 membentur tiang kiri gawang. Sementara Myanmar dua kali nyaris menggandakan keunggulan: tembakan Win Naing Tun pada menit ke-36 meleset ke samping kiri, dan sundulannya di menit akhir babak pertama membentur mistar gawang Malaysia.
Peluang Emas Terbuang di Sisi Lain
Pada menit ke-40, gelandang Malaysia melepas tembakan kaki kiri yang masih terlalu pelan, mudah diantisipasi kiper Zin Nyi Nyi Aung. Namun justru Naing Tun yang hampir mencetak gol indah andai tembakannya ke tiang jauh tidak mengenai mistar. Malaysia beruntung tidak kebobolan kedua sebelum turun minum.
Babak pertama memang milik Myanmar dalam hal peluang, namun penyelesaian akhir yang kurang klinis membuat mereka hanya unggul satu gol. Kelemahan itu langsung dihukum Malaysia setelah jeda.
Modal Berharga untuk Laga Berikutnya
Kemenangan ini menempatkan Malaysia di puncak klasemen Grup B sementara dengan tiga poin. Paulo Josue, yang tampil sebagai man of the match, membuktikan perannya sebagai pemain kunci. Bagi Myanmar, kekalahan di kandang sendiri menjadi pukulan berat, namun masih ada peluang bangkit di laga-laga selanjutnya.
Harimau Malaya kini memiliki modal kepercayaan diri sebelum menghadapi lawan berikutnya di turnamen regional ini. Kecepatan reaksi di babak kedua menjadi pelajaran berharga untuk pertandingan mendatang.