SULAWESI BARAT — Setelah bertahun-tahun beredar kabar, Apple akhirnya siap merilis ponsel lipat pertamanya yang diberi nama iPhone Ultra. Bocoran dari berbagai sumber menyebut perangkat ini akan menjadi iPhone termahal yang pernah ada, menggabungkan fungsi iPhone dan iPad mini dalam satu bodi. Namun, untuk mencapai ketipisan ekstrem, Apple harus mengambil beberapa kompromi yang mungkin membuat sebagian calon pembeli berpikir ulang.
Harga dan Ketersediaan
Sejumlah analis memperkirakan iPhone Ultra akan dibanderol mulai $1.999 untuk varian 256 GB. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.500, angkanya sekitar Rp33 juta. Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro Max saat ini dijual mulai Rp24,9 juta. Belum ada kepastian tanggal rilis resmi, namun rumor kuat menyebut perangkat ini hadir pada musim gugur 2026 — bersamaan dengan peluncuran iOS 27.
Desain dan Layar: Tanpa Bekas Lipatan
iPhone Ultra mengusung desain lipat buku (book-style fold). Saat terbuka, layar internal berukuran 7,6–7,8 inci — hampir identik dengan iPad mini. Uniknya, layar ini diklaim bebas bekas lipatan (crease-free), sebuah terobosan yang belum banyak diwujudkan ponsel lipat lain. Bingkai perangkat menggunakan titanium, terinspirasi dari iPhone Air, dan ketebalannya saat dilipat disebut lebih tipis dari dua tumpuk iPhone Air.
Layar eksternal berukuran 5,3–5,5 inci dengan rasio aspek lebih lebar dari iPhone mini. Saat dilipat, bentuk ponsel lebih pendek dan lebar ketimbang iPhone biasa. Apple juga menyematkan dua kamera depan (satu di setiap layar) dengan desain punch-hole.
Kamera: Dua Lensa 48 MP, Tanpa Telefoto
Sektor kamera jadi area kompromi paling jelas. iPhone Ultra hanya dibekali dua kamera belakang: 48 MP (utama) dan 48 MP (ultra-wide). Artinya, pengguna kehilangan lensa telefoto yang biasa ada di model Pro. Bagi yang sering memotret objek jauh, model Pro mungkin masih jadi pilihan lebih tepat. Kamera depannya diperkirakan menggunakan sensor 18 MP Center Stage yang sama dengan iPhone 17, satu di layar eksternal dan satu di layar internal.
Performa: Chip A20 Pro 2 nm dan RAM 12 GB
iPhone Ultra akan ditenagai prosesor A20 Pro buatan Apple, yang dibuat dengan proses 2 nanometer — lompatan besar dari generasi sebelumnya. Chip ini menggunakan teknologi WMCM (Wafer-level Multi-Chip Module) untuk efisiensi daya lebih baik. Kapasitas RAM 12 GB sama dengan A19 Pro, namun tipe memori LPDDR5 yang lebih cepat. Modem selular C2 buatan Apple juga akan menggantikan modem Qualcomm, dengan sejumlah keunggulan yang belum diungkap detail.
Software Multitasking: iOS 27 dengan Mode iPad
Menurut Mark Gurman dari Bloomberg, iOS 27 akan menyertakan fitur eksklusif untuk iPhone Ultra, antara lain kemampuan menjalankan aplikasi berdampingan (side-by-side) dan tata letak ala iPad. Ini masuk akal mengingat layar internal yang luas. Beberapa aplikasi di iOS 27 beta sudah menunjukkan dukungan landscape yang lebih baik, pertanda Apple tengah mempersiapkan pengalaman multitasking yang lebih matang.
Keamanan: Touch ID Kembali, Face ID Ditinggalkan
Keputusan paling kontroversial: iPhone Ultra tidak memiliki Face ID. Sebagai gantinya, Apple menyematkan Touch ID pada tombol daya — mirip dengan iPad Air dan iPad mini. Alasan teknisnya, bodi yang sangat tipis membuat Apple kesulitan menempatkan dua modul Face ID (satu untuk setiap layar). Untuk pengguna yang sudah terbiasa membuka ponsel dengan wajah, langkah mundur ini mungkin terasa merepotkan. Namun, di sisi lain, Touch ID di samping tetap cepat dan andal, apalagi saat memakai masker.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, iPhone Ultra jelas bukan ponsel untuk semua orang. Perangkat ini paling cocok bagi pengguna yang menginginkan layar besar seperti iPad mini di saku, rela merogoh kocek lebih dari Rp30 juta, dan tidak terlalu bergantung pada telefoto atau Face ID. Jika Anda termasuk tipe yang mengutamakan kamera zoom atau keamanan wajah, lini Pro atau model reguler mungkin pilihan lebih bijak.