Pencarian

Fitur Android Baru Tak Akan Hadir di HP Samsung, Ini Biang Keroknya

Rabu, 15 Juli 2026 • 04:43:32 WIB
Fitur Android Baru Tak Akan Hadir di HP Samsung, Ini Biang Keroknya
Fitur berbagi file berbasis satelit pada Android 16 diprediksi tidak akan tersedia di perangkat Samsung akibat kendala teknis pada chipset Exynos dan kustomisasi One UI.

SULAWESI BARAT — Pekan lalu, komunitas Android dihebohkan dengan kabar bahwa fitur flagship terbaru dari Google kemungkinan besar tidak akan menjangkau perangkat Samsung. Informasi ini pertama kali muncul dari analisis kode sumber Android Open Source Project (AOSP) dan dikonfirmasi oleh beberapa pengamat teknologi. Jika benar, ini bukan pertama kalinya pengguna ponsel Galaxy harus merelakan eksklusivitas fitur Android murni.

Fitur Apa yang Dimaksud?

Fitur yang dimaksud adalah sistem berbagi file berbasis satelit yang memungkinkan transfer data tanpa jaringan seluler atau Wi-Fi. Teknologi ini memanfaatkan koneksi satelit Low Earth Orbit (LEO) dan diyakini bakal jadi standar baru di Android 16. Google sendiri telah menguji coba fitur ini sejak kuartal pertama 2025.

Namun, integrasi hardware dan software yang ketat membuat fitur ini sulit diadopsi oleh vendor yang menggunakan chipset Exynos atau modifikasi One UI yang berat. Samsung, sebagai pemilik pangsa pasar Android terbesar di Indonesia, menjadi pihak yang paling terdampak.

Mengapa Samsung Ketinggalan?

Ada dua alasan utama. Pertama, ketergantungan Samsung pada chipset Exynos di beberapa model regional membuat optimasi fitur satelit menjadi lebih kompleks. Kedua, lapisan kustomisasi One UI yang tebal seringkali membutuhkan waktu adaptasi lebih lama untuk fitur-fitur inti Android.

“Google mendesain fitur ini untuk berjalan di kernel vanilla AOSP. Semakin tebal kustomisasi, semakin besar potensi konflik,” tulis salah satu kontributor AOSP dalam forum diskusi teknis. Artinya, bukan soal kemampuan hardware, melainkan prioritas pengembangan dari pihak Samsung sendiri.

Dampak untuk Pengguna Indonesia

Bagi pengguna di Indonesia, kabar ini cukup mengecewakan. Pasalnya, fitur komunikasi satelit sangat relevan di negara kepulauan dengan banyak daerah blank spot. Pengguna Galaxy S25 series atau model flagship lainnya yang baru dibeli dengan harga belasan juta rupiah mungkin tidak akan menikmati fitur ini dalam waktu dekat.

Samsung sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, sejarah menunjukkan bahwa fitur eksklusif Android murni seperti seamless update dan adaptive battery sempat tertunda berbulan-bulan sebelum akhirnya hadir di One UI.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?

Bagi yang sudah terlanjur memiliki ponsel Samsung, tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara langsung. Ponsel tetap berfungsi normal. Hanya saja, jika fitur satelit ini menjadi kebutuhan utama, pengguna bisa mulai melirik ponsel Google Pixel atau perangkat Android lain yang lebih dekat dengan ekosistem vanilla.

Untuk pembaca yang baru akan membeli HP, pertimbangkan seberapa penting akses ke fitur Android terbaru. Jika Anda tipe pengguna yang ingin selalu mendapat update fitur paling anyar tanpa hambatan, mungkin saatnya mempertimbangkan merek lain. Namun, jika ekosistem Samsung dan fitur One UI seperti DeX atau Samsung Health lebih prioritas, situasi ini mungkin bukan masalah besar.

Keputusan akhir tetap di tangan Samsung. Apakah mereka akan mengejar ketertinggalan ini atau justru mengembangkan solusi alternatif sendiri. Yang jelas, persaingan fitur antar vendor Android semakin menarik untuk diikuti.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bgr.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks