SULAWESI BARAT — Luis de la Fuente membawa Spanyol ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan catatan defensif sempurna. Enam pertandingan telah dilalui, gawang Unai Simon belum juga kebobolan. Langkah selanjutnya: menghadapi Belgia di SoFi Stadium, Inglewood, Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB.
Pertemuan dengan Belgia mengulang kenangan pahit perempat final Piala Dunia 1986. Kala itu Spanyol tersingkir lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Empat dekade kemudian, peluang balas dendam terbuka lebar.
Perjalanan dari Imbang Tanpa Gol ke Kemenangan Dramatis atas Portugal
Fase grup Spanyol tidak langsung mulus. Debut mereka melawan Cape Verde berakhir 0-0 meski melepaskan 27 tembakan—penampilan gemilang kiper Vozinha menjadi tembok.
Perlahan mesin mulai panas. Arab Saudi dihajar 4-0 lewat gol perdana Lamine Yamal di Piala Dunia dan dua gol Mikel Oyarzabal. Uruguay ditaklukkan 1-0 berkat gol Alex Baena memanfaatkan kesalahan Fernando Muslera.
Babak 32 besar: Austria dibungkam 3-0. Oyarzabal mencetak dua gol, Pedro Porro satu sundulan. Di sinilah Unai Simon memecahkan rekor Zenga—519 menit tanpa kebobolan di Piala Dunia, melampaui catatan kiper Italia yang bertahan 36 tahun.
Babak 16 besar menghadirkan drama. Duel melawan Portugal berjalan ketat hingga menit 91. Mikel Merino muncul sebagai pahlawan, mencetak gol setelah menerima umpan Ferran Torres yang baru masuk dari bangku cadangan. Skor 1-0 bertahan hingga akhir.
Oyarzabal Mesin Gol, Pertahanan Beton, dan Ujian Bernama Belgia
Mikel Oyarzabal kini memimpin daftar pencetak gol Spanyol dengan empat gol. Ketajamannya memberi keseimbangan sempurna dengan lini belakang yang belum kebobolan. De la Fuente punya banyak opsi dari pemain pelapis yang terus berkontribusi.
Belgia bukan lawan sembarangan. Head-to-head di Piala Dunia 1986 masih menyisakan luka. Tapi modal enam clean sheet beruntun membuat Spanyol datang ke Los Angeles dengan kepercayaan diri penuh.
Jika konsistensi terjaga, ini bisa menjadi semifinal Piala Dunia kedua dalam sejarah Spanyol. Semua mata tertuju pada lini pertahanan yang telah menjadi fondasi utama perjalanan mereka sejauh ini.