Pencarian

APBN Semester I 2026 Terjaga, Pendapatan Negara Tumbuh di Tengah Tekanan Global

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:52:31 WIB
APBN Semester I 2026 Terjaga, Pendapatan Negara Tumbuh di Tengah Tekanan Global
Kementerian Keuangan melaporkan APBN semester I 2026 tetap sehat dengan pertumbuhan pendapatan negara.

SULAWESI BARAT — Kementerian Keuangan melaporkan kinerja APBN hingga Juni 2026 masih dalam rentang yang sehat. Pendapatan negara menunjukkan tren positif, sementara realisasi belanja diarahkan untuk mengamankan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan di sektor-sektor strategis.

Pertumbuhan Pendapatan dan Prioritas Belanja Negara

Penerimaan negara dari sektor perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan. Meski tekanan eksternal masih terasa, pemerintah mempertahankan disiplin fiskal dengan mengalokasikan belanja secara selektif.

Belanja negara difokuskan pada perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur dasar, dan program ketahanan pangan. Langkah ini diambil untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Strategi Fiskal di Tengah Dinamika Global

Pemerintah mengandalkan instrumen belanja negara sebagai peredam guncangan ekonomi eksternal. Dengan tetap menjaga defisit anggaran dalam batas aman, APBN semester I 2026 dinilai mampu berfungsi sebagai alat stabilisasi.

Kementerian Keuangan memproyeksikan target pendapatan hingga akhir tahun masih dapat tercapai. Namun, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global, termasuk fluktuasi harga komoditas dan kebijakan suku bunga negara maju, yang berpotensi mempengaruhi penerimaan negara ke depan.

Proyeksi dan Kewaspadaan untuk Semester II

Memasuki paruh kedua tahun 2026, pemerintah akan mempercepat realisasi belanja modal dan penyerapan anggaran di kementerian/lembaga. Langkah antisipatif juga disiapkan jika tekanan global meningkat, termasuk opsi realokasi anggaran untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat.

Kinerja APBN yang terjaga pada semester I menjadi modal fiskal untuk menghadapi potensi perlambatan ekonomi global. Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas fiskal hingga akhir tahun fiskal 2026.

Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks