SULAWESI BARAT — Google resmi memperkenalkan Nano Banana 2 Lite, versi terbaru dari generator gambar dan video AI buatan mereka, pada Selasa (15/4). Perusahaan mengklaim model ini jauh lebih cepat dan lebih murah dibandingkan pendahulunya, menjadikannya pilihan menarik bagi kreator yang ingin memproduksi materi iklan dalam skala besar.
Kecepatan dan Biaya yang Lebih Efisien
Salah satu keunggulan utama Nano Banana 2 Lite adalah latensi yang sangat rendah. Google menyebut model ini bisa menghasilkan gambar dalam waktu sekitar empat detik. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan workshop ide visual dan memproduksi banyak gambar secara berurutan tanpa hambatan berarti.
Dari segi biaya, Nano Banana 2 Lite ditawarkan dengan harga USD 0,034 per 1.000 gambar. Jika dikonversi dengan kurs estimasi Rp 16.500 per dolar AS, biayanya sekitar Rp 561 untuk setiap seribu gambar. Angka ini membuatnya sangat terjangkau bagi pelaku bisnis yang perlu menyempurnakan konten dalam volume besar.
Posisi Nano Banana 2 Lite dalam Jajaran Produk Google
Peluncuran ini merupakan langkah terbaru setelah Google merilis Nano Banana asli pada musim panas 2024 yang ditenagai Gemini 3.1 Flash, dan Nano Banana 2 pada Februari 2025. Nano Banana 2 sendiri disebut sebagai "kuda kerja serbaguna" yang menghadirkan kemampuan menghasilkan gambar lebih realistis.
Google juga masih memiliki Nano Banana Pro, varian yang lebih bertenaga dan lebih mahal untuk kasus penggunaan tingkat lanjut. Kini, dengan hadirnya Nano Banana 2 Lite, Google secara resmi menyebut model asli Nano Banana sebagai "legacy model" yang akan digantikan oleh varian Lite ini.
Fokus pada Pembuatan Iklan di Tengah Kontroversi AI
Meskipun mendapat kritik dari komunitas kreatif terkait maraknya konten "AI slop", perusahaan teknologi besar seperti Google terus berinvestasi di alat generative AI. Google memasarkan model-model ini sebagai alat bantu yang praktis untuk pembuatan iklan.
Hubungan antara Hollywood dan perusahaan AI juga semakin erat, meskipun menuai keresahan. Google baru saja menandatangani kesepakatan senilai USD 75 juta dengan studio indie A24, sebuah langkah yang mendapat banyak kritik dari para penggemar.
Ketersediaan dan Produk Pendukung
Nano Banana 2 Lite sudah tersedia mulai hari ini melalui Google AI Studio, Gemini API, dan platform Gemini Enterprise Agent Platform. Pengembang dapat langsung menggunakannya untuk berbagai kebutuhan pembuatan gambar.
Bersamaan dengan itu, Google juga mengumumkan perluasan ketersediaan Gemini Omni Flash, yang pertama kali diperkenalkan di Google I/O tahun ini. Gemini Omni Flash dibanderol USD 0,10 per detik output video. Google juga mendemonstrasikan aplikasi baru bernama Omni Product Studio, yang mampu mengubah gambar statis menjadi video e-commerce sinematik.
"Membangun dengan media generatif seringkali tentang iterasi kreatif," tulis Google dalam blog resminya. "Dengan kedua model ini, pengembang dapat membangun pengalaman multimedia ujung ke ujung yang komprehensif, menghubungkan pembuatan gambar cepat dengan pembuatan dan pengeditan video."