MAMUJU — Rapat pemantapan terakhir panitia MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Barat digelar di Ruang Rapat Biro Pemerintahan dan Kesra, Kamis (25/6/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra Sulbar, Murdanil, sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Suhardi Duka.
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Syiar Islam
Murdanil menegaskan MTQ bukan ajang kompetisi membaca Al-Qur'an semata. Menurutnya, kegiatan ini menjadi media syiar Islam sekaligus pembinaan generasi Qurani di Sulawesi Barat.
"Kita ingin pelaksanaan MTQ berjalan sukses, aman, tertib, dan lancar. Karena itu, diperlukan dukungan seluruh pihak, terutama terkait pengaturan lalu lintas, keamanan, dan pelayanan kesehatan," ujar Murdanil dalam rapat tersebut.
116 Peserta dan Kekhawatiran pada Kesehatan Dewan Hakim
Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar, Misbahuddin, mengungkapkan data peserta yang telah terdaftar. Sebanyak 116 peserta dari enam kabupaten akan mengikuti perlombaan tahun ini.
Ia menyoroti satu hal krusial: sebagian besar dewan hakim yang bertugas merupakan tokoh senior berusia lanjut. Hal ini membuat kesiapan layanan kesehatan menjadi prioritas utama.
"Fasilitas kesehatan dan tenaga medis harus benar-benar siap mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ," kata Misbahuddin.
Panitia Pastikan Venue dan Akomodasi Siap
Ketua Panitia MTQ, Faisal, menjelaskan seluruh aspek teknis terus dimatangkan. Mulai dari kesiapan arena dan venue perlombaan, akomodasi peserta dan dewan hakim, konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan lomba.
Panitia juga memperkuat koordinasi dengan Event Organizer (EO) dan seluruh bidang kepanitiaan. Targetnya, semua kebutuhan pelaksanaan MTQ terpenuhi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Murdanil menambahkan, keberhasilan MTQ sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Dukungan dari instansi terkait diperlukan untuk pengaturan lalu lintas, pengamanan lokasi, dan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Melalui rapat pemantapan ini, Pemprov Sulbar optimistis MTQ tingkat provinsi 2026 dapat menjadi momentum memperkuat syiar Islam, membina generasi Qurani, serta mempererat ukhuwah di Sulawesi Barat.