SULAWESI BARAT — Gol-gol Ronaldo di laga tersebut memastikan torehannya membentang dari Piala Dunia 2006 hingga 2026. Tak ada satu pun pesepak bola lain di dunia yang pernah mencapai konsistensi mencetak gol di enam edisi piala dunia berturut-turut.
Perjalanan Enam Edisi: Dari Jerman ke Amerika Utara
Perjalanan CR7 di panggung akbar sepak bola dunia dimulai pada 2006 di Jerman. Saat itu, ia menyumbang satu gol, jumlah yang identik dengan sang rival abadi, Lionel Messi.
Empat tahun berselang di Afrika Selatan, Ronaldo kembali mencatatkan satu gol. Catatan serupa ia ulangi di Brasil pada 2014. Puncak produktivitasnya justru terjadi di Rusia 2018, ketika ia mengemas empat gol dan menjadi tulang punggung lini depan Portugal.
Pada edisi 2022 di Qatar, Ronaldo kembali menyumbang satu gol. Messi memang lebih tajam dengan koleksi tujuh gol dan membawa Argentina juara, tapi catatan konsistensi Ronaldo kini tak tertandingi.
Dua Gol ke Gawang Uzbekistan dan Dominasi Portugal
Di Piala Dunia 2026, Ronaldo tak butuh waktu lama untuk mengukir namanya di papan skor. Dua golnya menjadi bagian dari kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan.
Kemenangan ini membawa Portugal nyaman di puncak klasemen Grup K. Bagi Ronaldo, gol-gol tersebut bukan sekadar membantu tim, melainkan mengantarnya pada rekor yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Rekor yang Makin Mempertebal Legasi
Di usia yang tak lagi muda, Ronaldo terus membuktikan ketajamannya. Rekor enam edisi Piala Dunia dengan gol ini menjadi bukti lain dari dedikasi dan kemampuannya yang konsisten di level tertinggi.
Pencapaian ini menambah panjang daftar prestasi individual megabintang Portugal tersebut. Ia kini berdiri sendirian di puncak, meninggalkan para pesepak bola legendaris lain yang hanya mampu mencetak gol di lima edisi. (rhr/rhr/rhr)