SULAWESI BARAT — Klub Serie A itu sebelumnya gagal membujuk Krosche pindah ke San Siro. Kini, sesuai laporan Gazzetta dello Sport, jajaran petinggi Rossoneri memfokuskan perhatian pada Kehl yang dianggap punya rekam jejak mentereng di level tertinggi sepak bola Eropa.
Kegagalan Negosiasi dengan Tottenham Buka Jalan
Peluang Milan merekrut Kehl terbuka lebar setelah rencana kepindahan eksekutif asal Jerman itu ke Premier League gagal total. Ia sempat menjalani negosiasi lanjutan dengan Tottenham Hotspur dan terbang ke London untuk pembicaraan tatap muka.
Kesepakatan batal karena kedua belah pihak tidak mencapai kata sepakat soal arah strategis klub London Utara. Perbedaan pandangan mengenai hierarki dan pengaruh pelatih Roberto De Zerbi disebut-sebut ikut menjadi faktor penghambat.
Kegagalan itu membuat Kehl kini bebas merapat ke Italia. Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, sangat ingin membangun lingkungan berkinerja tinggi bagi pelatih baru, Ruben Amorim.
Kehl Dituntut Selaras dengan Visi Amorim
Berbeda dengan situasi di Spurs, Milan mencari figur direktur yang bisa bekerja selaras dengan kebutuhan spesifik Amorim untuk skuad utama. Pelatih asal Portugal itu punya persyaratan khusus dalam membangun tim.
Amorim sudah menegaskan keinginannya mendatangkan wajah-wajah lama dari Sporting CP ke San Siro untuk mempercepat implementasi sistem permainannya. Dua target prioritasnya adalah Morten Hjulmand dan Francisco Trincao untuk bursa transfer musim panas.
Mendapatkan direktur sekelas Kehl diyakini bisa membantu Milan menavigasi negosiasi rumit untuk duo Sporting tersebut. Meski Hjulmand juga diincar Manchester United dan Manchester City, Rossoneri percaya hubungan personal Amorim dengan gelandang Denmark itu bisa jadi keunggulan.
Daftar Alternatif di Meja Direksi
Meski Kehl menjadi nama terdepan, Milan tetap membuka opsi lain. Beberapa kandidat yang masuk radar antara lain Jose Boto, mantan pencari bakat Benfica yang kini di Flamengo dan punya hubungan sebelumnya dengan Amorim sejak di Lisbon.
Devin Ozek, mantan pejabat Fenerbahce, juga dipantau. Seorang perantara bahkan mengusulkan Jason Ayto yang baru meninggalkan Brighton. Target utama Milan jelas: menemukan direktur yang mendukung penuh visi Cardinale soal sepak bola agresif dan ofensif.
Cardinale sendiri pernah memuji Amorim: "Dia adalah salah satu pelatih paling siap dan inovatif dari generasi baru Eropa: muda, ambisius, dengan identitas sepak bola yang jelas, dan pendekatan taktis yang terdefinisi dengan baik. Ruben percaya pada sepak bola ofensif dan berintensitas tinggi."