SULAWESI BARAT — Kemenangan dramatis di Budapest, Hongaria, pada Sabtu (24/5) dini hari WIB itu mengulang kesuksesan PSG musim lalu yang menghancurkan Inter Milan 5-0 di Munich. Hasil ini membuat klub asuhan Luis Enrique menjadi yang pertama sejak Real Madrid (2016-2018) mampu mempertahankan trofi Si Kuping Besar.
Hanya 10 Klub dalam 71 Tahun yang Mampu Back-to-Back
Dalam sejarah 71 tahun kompetisi, PSG menjadi klub ke-10 yang sukses menjuarai Liga Champions/European Cup dua musim beruntun. Mereka juga menjadi tim Prancis pertama yang mengoleksi dua gelar, melewati Marseille yang hanya punya satu.
Yang menarik, 10 dari 11 pemain starter di laga final ini identik dengan susunan pemain saat final tahun lalu. Satu-satunya perubahan ada di posisi kiper, di mana Matvey Safonov menggantikan Gianluigi Donnarumma yang hengkang ke Manchester City pada bursa transfer musim panas lalu.
Dominasi Nyata: 8 Trofi dari 10 Kompetisi dalam Dua Musim
Sejak awal musim lalu, PSG nyaris tak tersentuh. Dari 10 trofi yang bisa diperebutkan, mereka memenangkan delapan. Hanya Piala Dunia Antar Klub musim panas lalu dan Piala Prancis musim ini yang lolos dari genggaman.
Jika dominasi ini berlanjut musim depan, PSG berpotensi menjadi tim kelima dalam sejarah yang mampu meraih tiga gelar beruntun. Rekor absolut masih dipegang Real Madrid dengan lima gelar beruntun pada 1956 hingga 1960.
"Malam ini PSG telah mencatatkan sejarah. Tim ini akan dikenang sebagai salah satu yang terhebat sepanjang masa," ujar jurnalis sepak bola Eropa, Julien Laurens, kepada BBC Radio 5 Live.
Luis Enrique: Dari Ogah Melatih hingga Jadi Legenda
Jurnalis Guillem Balague mengungkapkan fakta menarik di balik kesuksesan PSG. "Dia (Luis Enrique) tidak mau mengambil pekerjaan itu saat pertama kali ditawari," kata Balague. "Dia bilang, 'Anda penuh bintang — saya tidak tertarik'. Dia dijanjikan bisa mengubah budaya klub."
Hasilnya, setelah kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid pada 2024, PSG justru tampil lebih seimbang. Musim pertama tanpa Mbappe, PSG mencetak 44 gol lebih banyak dibanding musim terakhirnya di klub.
"Dia lebih suka lima pemain mencetak 10 gol daripada satu pemain mencetak 50 gol. Musim ini PSG punya 20 pencetak gol berbeda. Itu pendekatan kolektif," tambah Balague.
PSG juga mencatat statistik impresif: paling banyak mencetak gol (45) dan rata-rata penguasaan bola tertinggi (60,5%) sepanjang turnamen musim ini. Luis Enrique kini bergabung dengan jajaran pelatih legendaris — Bob Paisley, Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, dan Zinedine Zidane — sebagai pelatih kelima yang memenangkan tiga gelar Liga Champions/European Cup.