MAMUJU — Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, memanfaatkan momen ulang tahunnya yang ke-64 untuk mengingatkan para pejabat di lingkungannya agar terus memperbaiki diri. Ia menekankan pentingnya dzikir dan rasa syukur sebagai bentuk kesadaran spiritual atas amanah yang diemban.
Dzikir dan Doa Bersama Jadi Agenda Utama
Acara diawali dengan salat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dzikir dan doa bersama yang dipimpin oleh KH Abdul Syahid Rasyid. Setelah itu, Muhammad Abi Ihyah memberikan ceramah agama kepada para undangan yang hadir.
Sejumlah pejabat tampak hadir, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Sulbar Junda Maulana, para asisten Setda, staf ahli gubernur, kepala perangkat daerah, hingga direktur UPTD RSUD Provinsi Sulbar. Kegiatan berlangsung khidmat dan menjadi rangkaian syukuran orang nomor satu di Sulbar tersebut.
Bukan Sekadar Seremonial Keagamaan
Dalam sambutannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa dzikir bersama bukanlah seremoni keagamaan semata. Ia menyebut kegiatan itu sebagai wujud syukur atas nikmat hidup, kesehatan, usia, dan jabatan yang masih dipercayakan hingga saat ini.
"Sebaiknya kita mengetahui dari mana kita datang, kemudian kita juga harus mengetahui dan memahami ke mana kita pergi. Saya kira semua manusia tidak ada yang suci, pasti melalui proses, ada khilaf dan salah. Olehnya itu, maka kita selalu bertobat," ujar Suhardi Duka.
Manfaatkan Sisa Usia untuk Lebih Bermanfaat
Gubernur juga mengingatkan para pejabat untuk memanfaatkan sisa usia demi memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat. Menurutnya, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, perjalanan hidup harus semakin terarah.
"Mungkin kalau sebelumnya usia-usia terdahulu kita masih belok-belok, di usia terakhir ini harus lurus-lurus," ucapnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Isya berjamaah dan santap malam bersama seluruh tamu undangan.