Pencarian

Pameran Budaya Pancasila di Mamuju Jadi Ruang Penguatan Persatuan Nasional

Sabtu, 09 Mei 2026 • 14:11:53 WIB
Pameran Budaya Pancasila di Mamuju Jadi Ruang Penguatan Persatuan Nasional
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 di Rumah Adat Mamuju.

MAMUJU — Pelataran Rumah Adat Mamuju menjadi pusat perhatian masyarakat Sulawesi Barat seiring dibukanya Pameran Budaya Pancasila 2026, Jumat (8/5). Agenda bertema “Pancasila Dalam Lensa Budaya” tersebut dirancang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur negara melalui praktik tradisi yang masih eksis di tengah masyarakat lokal.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka membuka langsung rangkaian acara yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari tersebut. Kehadiran sejumlah pejabat teras dan pimpinan instansi di lokasi pembukaan menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya internalisasi ideologi negara melalui jalur non-formal atau kebudayaan.

Festival UMKM hingga Workshop Tenun Tradisional

Panitia penyelenggara mengemas edukasi nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas warga. Selain pameran seni budaya, pameran ini menghadirkan workshop tenun tradisional yang bertujuan menjaga warisan wastra nusantara agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Sektor ekonomi juga mendapat panggung khusus melalui festival UMKM. Kehadiran para pelaku ekonomi kreatif ini diharapkan mampu mendorong promosi produk lokal Sulawesi Barat ke jangkauan yang lebih luas, sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan identitas bangsa berjalan selaras dengan kesejahteraan ekonomi masyarakat daerah.

Pameran ini juga dimeriahkan dengan malam budaya yang menyuguhkan berbagai pertunjukan seni daerah. Agenda tersebut menjadi ruang bagi seniman lokal untuk menampilkan kekayaan tradisi yang menjadi identitas kuat bagi Sulawesi Barat di level nasional.

Mengapa Pendekatan Budaya Efektif Menanamkan Nilai Pancasila?

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta yang hadir dalam pembukaan memberikan apresiasi tinggi terhadap metode yang digunakan panitia. Menurutnya, menanamkan nilai-nilai dasar negara akan jauh lebih efektif jika dilakukan melalui pendekatan adat istiadat yang sudah mendarah daging di masyarakat.

“Pancasila adalah dasar negara sekaligus pandangan hidup kita, dan nilai-nilai luhur tersebut sudah lama tumbuh dan hidup di dalam budaya serta adat istiadat kita. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat persatuan dan ketahanan bangsa agar tetap kokoh di tengah keberagaman,” kata Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.

Jenderal bintang dua tersebut menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh mendukung setiap upaya pelestarian budaya. Ia menilai semangat persatuan yang lahir dari kecintaan terhadap budaya lokal merupakan modal utama dalam menjaga keamanan dan kerukunan warga di Sulawesi Barat.

Target Penguatan Karakter Bangsa

Pameran Budaya Pancasila 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan agenda strategis untuk memadukan identitas kebangsaan dengan kekayaan tradisi. Panitia menargetkan kegiatan ini dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenali akar budaya mereka sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa.

Hingga penutupan pada 10 Mei mendatang, masyarakat Mamuju dan sekitarnya dapat mengakses berbagai stan edukatif dan pameran seni secara terbuka. Sinergi antara pemerintah provinsi, kepolisian, dan pelaku budaya dalam acara ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di kabupaten lain di wilayah Sulawesi Barat.

Bagikan
Sumber: reportase.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks
, LEAD, DAN ISI ARTIKEL
Rekomendasi untuk Anda , LEAD, DAN ISI ARTIKEL