MAMUJU — Kunjungan Kepala Balai Dalkarhut (Manggala Agni) Wilayah Sulawesi Era Isdhiartanto turut didampingi Kepala Seksi Wilayah II Palu Nafsah Kadir. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Sekda Provinsi Sulawesi Barat dan melibatkan BPBD Sulbar sebagai leading sector penanggulangan bencana di daerah.
Agenda utama pertemuan menyangkut penguatan sinergi antarlembaga dalam mendukung penanggulangan karhutla di wilayah Sulawesi Barat. Koordinasi antara Pemprov Sulbar, BPBD, dan Manggala Agni dinilai penting untuk mendukung kesiapsiagaan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memperkuat langkah antisipasi.
Potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat pada kondisi musim kemarau. Karena itu, pertukaran informasi lapangan dan kesiapan personel menjadi bagian yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Kalaksa BPBD Sulbar Muhammad Yasir Fattah menyatakan pihaknya terus mendorong penguatan kolaborasi dengan instansi terkait. Menurut dia, sinergi lintas sektor diperlukan agar upaya pencegahan, pemantauan, dan penanganan karhutla berjalan terkoordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
"BPBD Sulbar memandang koordinasi bersama Manggala Agni sebagai bagian penting dalam membangun kesiapan menghadapi potensi karhutla, melalui komunikasi yang efektif, pertukaran informasi lapangan, dan dukungan penanganan sesuai kebutuhan," kata Yasir Fattah.
Langkah penguatan koordinasi ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka. Arahan tersebut menekankan penguatan kesiapsiagaan daerah dan peningkatan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana.
Pemprov Sulbar menempatkan pertemuan dengan Balai Dalkarhut sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarlembaga. Dukungan penanganan dari Manggala Agni disebut akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Sinergi antara BPBD Sulbar dan Manggala Agni diharapkan mempercepat respons jika potensi karhutla muncul di wilayah Sulawesi Barat. Pencegahan dan pemantauan menjadi prioritas sebelum penanganan di lapangan dilakukan.