Presiden Prabowo Instruksikan Publikasi Data Investasi Nasional Setelah Laporan Positif dari Rosan Roeslani

Penulis: Yanto Prasetya  •  Senin, 15 Juni 2026 | 13:22:31 WIB
Presiden Prabowo instruksikan publikasi data investasi nasional untuk transparansi publik.

SULAWESI BARAT — Pemerintah akan menggelar konferensi pers di Istana Merdeka pada Senin (15/6/2026) siang untuk menyampaikan data-data tersebut kepada publik. Langkah ini diambil Presiden agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh mengenai arah perekonomian dan prospek pertumbuhan Indonesia.

Laporan Kunjungan ke Tiga Benua Jadi Pemicu

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pertemuan di Kertanegara dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria. Dalam forum itu, Rosan Roeslani memaparkan hasil perjalanan dinasnya ke Amerika Serikat, sejumlah negara Eropa, dan Asia.

Teddy menyebut laporan tersebut memuat indikator yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. “Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” ujar Teddy dalam pernyataan resmi.

Keterbukaan Data Dinilai Kunci Optimisme Publik

Presiden Prabowo menilai informasi positif soal investasi tidak boleh hanya menjadi konsumsi internal pemerintah. Ia menginginkan publik memahami secara konkret perkembangan iklim investasi di Tanah Air. “Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada Senin (15 Juni 2026) siang, di Istana Merdeka, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat,” tambah Teddy.

Keputusan ini diambil di tengah upaya pemerintah memperkuat daya tarik investasi nasional. Beberapa sektor yang disebut menjadi fokus utama dalam kunjungan Rosan adalah energi, infrastruktur, dan teknologi. Namun, data spesifik mengenai angka komitmen investasi atau realisasi dana masuk belum dirinci lebih lanjut oleh pihak istana.

Jajaran Kabinet Merah Putih Turut Hadir

Selain para menteri kunci, pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka mengindikasikan bahwa arahan presiden terkait strategi komunikasi publik investasi akan segera ditindaklanjuti lintas kementerian.

Publikasi data investasi secara terbuka di Istana Merdeka diharapkan menjadi momentum untuk mengklarifikasi berbagai spekulasi di pasar. Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam mengelola kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: indoposco.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top