SULAWESI BARAT — Bukan masalah rem atau mesin yang biasanya memicu penarikan massal, tapi botol cairan tambal ban darurat. Honda mengumumkan recall yang mencakup model CR-V Hybrid tahun 2023–2026, CR-V Fuel Cell EV 2025–2026, dan Accord Hybrid 2023–2026.
Menurut dokumen NHTSA, desain awal Tire Repair Kit (TRK) tidak memperhitungkan akumulasi tekanan jika nosel tidak terpasang sempurna ke pentil ban. Pabrikan juga memasang katup pencegah kebocoran cairan yang sebenarnya tidak diperlukan.
"Selain itu, katup pelepas tekanan tertentu tidak disetel dengan benar selama proses produksi oleh pemasok," bunyi dokumen recall tersebut. Akibatnya, tekanan di dalam botol tidak bisa keluar sebagaimana mestinya dan membuat tutup botol meledak.
Honda pertama kali mengetahui masalah ini pada April 2023, tapi butuh waktu hingga Maret 2026 untuk mengidentifikasi cacat produksi sebagai akar penyebab. Selama penyelidikan, Honda sempat menyalahkan kesalahan penggunaan oleh konsumen pada April 2025 — sebelum akhirnya menerima laporan cedera beberapa bulan kemudian.
Total, pabrikan mencatat 53 klaim garansi terkait kerusakan TRK ini. Meski hanya satu persen dari total unit yang diperkirakan mengalami cacat, NHTSA menilai risikonya tetap serius. Delapan orang dilaporkan cedera akibat semburan sealant atau tutup botol yang terlepas.
Perbaikannya relatif sederhana. Honda akan mengganti nosel atau botol sealant dengan komponen yang sudah dilengkapi katup dua arah. Proses ini gratis bagi pemilik kendaraan yang terdampak.
Untuk mencegah masalah serupa di masa depan, Honda juga mengubah spesifikasi produksi TRK mulai Mei 2026. Pemilik model yang masuk daftar recall bisa mengecek status unitnya melalui situs web NHTSA atau dealer resmi Honda.
Penarikan ini menjadi pengingat bahwa komponen kecil sekalipun — seperti botol sealant ban — bisa memicu recall besar jika desainnya tidak matang. Bagi pemilik CR-V dan Accord Hybrid di Indonesia, belum ada informasi resmi dari PT Honda Prospect Motor apakah model serupa di pasar lokal ikut terkena dampak.