SULAWESI BARAT — Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bergerak cepat menahan laju penurunan produksi minyak nasional. CEO PHE Awang Lazuardi mengungkapkan, perusahaan menargetkan pengeboran sekitar 800 sumur pengembangan atau eksploitasi di tahun ini. Target itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Awang menjelaskan, tantangan terbesar bisnis migas saat ini adalah natural decline yang mencapai 24% untuk minyak dan 21% untuk gas. "Ini artinya apa, jika kita tidak melakukan apa-apa, tidak ada effort untuk menahan decline, maka produksi kita secara natural setiap tahun untuk minyak akan turun 24%," ujarnya.
Untuk mengimbangi penurunan tersebut, PHE tidak hanya mengandalkan pengeboran sumur baru. Perusahaan juga menjadwalkan workover lebih dari 1.200 sumur dan well intervention sebanyak lebih dari 33.000 pekerjaan. Aktivitas teknis lainnya mencakup survei seismik 2D sepanjang 904 km dan seismik 3D seluas 1.660 km persegi, serta pemboran eksplorasi sebanyak 16 sumur.
Secara paralel, PHE mulai merambah sektor migas non-konvensional (MNK) di wilayah Riau. Perusahaan memproyeksikan kegiatan ini akan menjadi faktor penentu keberlanjutan energi nasional jangka panjang. "Kita Insyaallah akan melakukan pemboran sekitar 2 sampai 3 sumur untuk di minyak non konvensional yang ada di wilayah Riau," papar Awang.
Selain MNK, perusahaan juga mendorong program Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pengembangan lapangan baru (greenfield). Semua upaya ini disebut sebagai program filling the gap untuk mengejar ketertinggalan produksi akibat kendala teknis dan situasi geopolitik global di awal tahun.
PHE optimistis target produksi gabungan minyak dan gas bumi sebesar 1,03 juta barel setara minyak per hari (BOEPD) dapat terealisasi hingga akhir 2026. "Target nanti kita diharapkan mencapai di angka 1.030.000 barrel oil equivalent per day dengan bermacam kegiatan," tandas Awang.
Angka ini menjadi krusial mengingat produksi minyak nasional terus berada dalam tekanan. Dengan strategi agresif pengeboran dan eksplorasi sumber non-konvensional, PHE berharap bisa menjaga pasokan energi di tengah meningkatnya kebutuhan domestik.