Pencarian

200 Keluarga Miskin Ekstrem di Sulawesi Barat Terima Bantuan Usaha, Pemprov Targetkan Pengentasan

Senin, 25 Mei 2026 • 14:31:16 WIB
200 Keluarga Miskin Ekstrem di Sulawesi Barat Terima Bantuan Usaha, Pemprov Targetkan Pengentasan
Pemerintah Sulawesi Barat menyalurkan bantuan usaha kepada 200 keluarga miskin ekstrem.

MAMUJU — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan bantuan usaha produktif kepada 200 keluarga miskin ekstrem di sejumlah kabupaten. Bantuan berupa peralatan dagang dan modal usaha ini diberikan langsung kepada warga penerima di Kantor Dinas Sosial Sulbar, pekan lalu.

Penerima bantuan merupakan warga yang tercatat dalam DTKS dan telah diverifikasi belum pernah memperoleh program serupa dari pemerintah pusat maupun daerah. Setiap keluarga mendapatkan paket usaha senilai Rp 2,5 juta yang disesuaikan dengan jenis usaha yang akan dijalankan.

Bantuan Usaha untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung Kelontong

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi gerobak dagang, kompor gas, tenda, serta pasokan bahan baku untuk usaha kuliner dan warung kelontong. Pemprov Sulbar menggandeng koperasi dan UMKM lokal untuk penyediaan barang agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

“Kami ingin penerima bantuan benar-benar bisa memulai usaha secara mandiri, bukan sekadar menerima barang lalu dijual lagi,” ujar Kepala Dinas Sosial Sulbar saat meninjau proses distribusi.

Fakta Singkat Program Bantuan Miskin Ekstrem Sulbar

  • 200 keluarga penerima tersebar di 6 kabupaten di Sulbar
  • Nilai bantuan per keluarga: Rp 2,5 juta dalam bentuk barang dan modal
  • Penerima dipilih dari DTKS yang belum pernah mendapat bansos produktif

Program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulbar menekan angka kemiskinan ekstrem yang masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah tersebut. Berdasarkan data BPS Sulbar, persentase penduduk miskin ekstrem di provinsi itu masih berada di atas rata-rata nasional.

Pendampingan Usaha Dilakukan Selama Enam Bulan

Setelah bantuan disalurkan, Dinas Sosial akan melakukan pendampingan selama enam bulan ke depan. Pendamping dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) akan memantau perkembangan usaha dan memberikan pelatihan dasar manajemen keuangan.

Jika dalam masa pendampingan usaha penerima menunjukkan perkembangan, Pemprov berencana menambah jumlah penerima pada tahap berikutnya. Target jangka pendek, 200 keluarga ini diharapkan bisa keluar dari kategori miskin ekstrem dalam satu tahun.

Bantuan serupa sebelumnya pernah digulirkan di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar dengan hasil beragam. Sejumlah penerima di daerah itu kini sudah mampu membuka lapak tetap di pasar tradisional.

Bagikan
Sumber: radarsulbar.fajar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks