Pencarian

Imigrasi Mamuju Kawal Perairan Kepulauan Balabalakang dari Sindikat TPPO dan Kapal Asing

Senin, 02 November 2026 • 11:01:02 WIB
Imigrasi Mamuju Kawal Perairan Kepulauan Balabalakang dari Sindikat TPPO dan Kapal Asing
Kepala Kantor Imigrasi Mamuju Yosa Anggara memimpin operasi pengawasan perairan Kepulauan Balabalakang.

MAMUJU — Kepala Kantor Imigrasi Mamuju Yosa Anggara memimpin langsung rangkaian kegiatan bersama Koordinator Fungsi Standarisasi Kinerja Edu Andarius Aria dan Koordinator Fungsi Standardisasi Kinerja Direktorat Kepatuhan Internal Najarudin Safaat. Selain operasi pengawasan perairan, tim memberikan edukasi tatap muka kepada warga kepulauan dan menyerahkan paket sembako.

Pemilihan Kepulauan Balabalakang sebagai lokasi operasi bukan tanpa alasan. Gugusan pulau itu berimpit dengan alur pelayaran niaga dunia di Selat Makassar, jalur yang ramai dilintasi kapal berbendera asing setiap hari.

Mengapa Perairan Balabalakang Rawan Pelanggaran Keimigrasian

Jalur laut yang padat membuat Balabalakang menyimpan sejumlah titik lemah. Mulai dari kapal asing yang berlabuh tanpa izin, aktivitas bongkar muat ilegal di tengah laut, hingga masuknya warga negara asing secara tidak resmi melalui pulau-pulau kecil.

Kondisi geografis itu diperparah jarak kepulauan dari daratan utama Mamuju. Akses informasi yang terbatas membuat warga pesisir minim pengetahuan soal prosedur keberangkatan ke luar negeri.

Mayoritas penduduk Balabalakang bekerja sebagai nelayan, dengan potensi perikanan dan kelautan yang besar. Justru dari sektor inilah sindikat penempatan kerja ilegal kerap membidik korban, terutama lewat modus rekrutmen Anak Buah Kapal (ABK) asing tanpa prosedur resmi.

Deteksi Dini dan Pertukaran Informasi Antarinstansi

Yosa Anggara menyebut pengawasan di perairan terus diperkuat untuk menjaga keamanan perbatasan laut. Menurut dia, operasi di Balabalakang merupakan langkah memperkuat deteksi dini di wilayah laut Mamuju.

"Pertukaran informasi antarinstansi akan terus ditingkatkan guna menutup celah pelanggaran keimigrasian serta memantau pergerakan kapal asing yang mencurigakan di perairan Selat Makassar," ujar Yosa Anggara.

Edu Andarius Aria menambahkan, tugas keimigrasian di wilayah kepulauan menuntut perhatian khusus. Pendampingan lapangan dilakukan agar seluruh prosedur operasional berjalan tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Pelaksanaan tugas keimigrasian di wilayah kepulauan membutuhkan perhatian khusus, baik dalam pengawasan perlintasan laut maupun mencegah masyarakat menjadi korban TPPO/TPPM," jelas Edu Andarius Aria.

Nelayan Balabalakang Diminta Pahami Prosedur Resmi ke Luar Negeri

Imigrasi Mamuju menempatkan edukasi sebagai bagian dari pelindungan warga, bukan sekadar penindakan. Sosialisasi menyasar langsung nelayan dan warga pesisir yang paling terbuka terhadap bujuk rayu sindikat.

Yosa menegaskan, sosialisasi itu merupakan wujud kehadiran negara untuk memberikan akses informasi dan pelindungan yang merata bagi warga di kepulauan.

"Kami ingin masyarakat pesisir dan para nelayan di Balabalakang memahami prosedur resmi keberangkatan ke luar negeri, sehingga mereka lebih waspeta dan tidak mudah terjebak bujuk rayu sindikat perdagangan orang," tegasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada masyarakat Kepulauan Balabalakang. Bantuan diharapkan meringankan pemenuhan kebutuhan pokok warga pesisir sekaligus mempererat hubungan jajaran keimigrasian dengan masyarakat kepulauan.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarsulbar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks