Pencarian

Warga Kolaka Dukung Investasi Nikel PT CNI, Soroti Ribuan Lapangan Kerja

Minggu, 25 Oktober 2026 • 08:35:32 WIB
Warga Kolaka Dukung Investasi Nikel PT CNI, Soroti Ribuan Lapangan Kerja
Warga Kecamatan Wolo, Kolaka, menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan investasi nikel PT CNI.

SULAWESI BARAT — Sepuluh organisasi masyarakat lokal dan adat di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan investasi nikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI). Dukungan itu muncul karena aktivitas industri dinilai menopang perekonomian warga, membuka lapangan kerja, dan menghidupkan usaha mikro di sekitar wilayah operasional. Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi masyarakat dalam menyikapi masa depan investasi tersebut.

Kolonaka, Sulawesi Tenggara — Dukungan disampaikan menyusul proses hukum yang tengah berjalan terkait investasi PT CNI. Kalangan masyarakat adat menilai keputusan apa pun soal masa depan perusahaan perlu mempertimbangkan nasib warga yang menggantungkan hidup pada rantai ekonomi industri nikel di Kecamatan Wolo.

Ketua Forum Masyarakat Ulu Wolo-Lalonggopi (Formula), Kasnuddin Arif, menegaskan pihaknya tidak hendak mencampuri ranah hukum. Namun ia meminta pemerintah melihat sisi lain dari keberadaan perusahaan, yakni hajat hidup orang banyak di sekitarnya.

"Kami menghormati proses hukum yang berjalan. Namun, pemerintah juga perlu mempertimbangkan kepentingan ekonomi masyarakat, termasuk lapangan kerja, usaha lokal, dan keluarga yang bergantung pada aktivitas perusahaan," kata Kasnuddin dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Roda Ekonomi Kecil yang Ikut Berputar

Dukungan sepuluh organisasi itu bertumpu pada manfaat ekonomi yang sudah terasa di lapangan. Aktivitas industri CNI menggerakkan berbagai usaha lokal, mulai dari kios, usaha kuliner, kedai kopi, penjual minuman, hingga pasar sore di Kelurahan Wolo dan Desa Muara Lapao-Pao.

Selain menyerap tenaga kerja, kegiatan industri membuka peluang bagi pelaku usaha sekitar melalui penyediaan transportasi, logistik, barang, dan jasa pendukung. Kasnuddin menyebut ribuan orang menggantungkan mata pencaharian pada perusahaan beserta jaringan mitra usahanya.

Bagi warga, keberlanjutan investasi berarti menjaga perputaran uang yang sudah terbentuk bertahun-tahun. Pemasok bahan bangunan, penyedia jasa angkut, hingga pedagang makanan kecil ikut merasakan dampak langsung dari operasional tambang dan fasilitas pengolahan.

Hilirisasi dan Taruhan Ekonomi Nasional

PT CNI merupakan salah satu pemain dalam rantai hilirisasi nikel yang menjadi prioritas pemerintah. Kebijakan larangan ekspor bijih mentah mendorong perusahaan membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri, sehingga nilai tambah dinikmati di tanah air.

Hilirisasi nikel sendiri menjadi tulang punggung strategi industrialisasi, terutama untuk memasok bahan baku baterai kendaraan listrik. Sulawesi Tenggara, termasuk Kolaka, masuk dalam peta pengembangan kawasan industri nikel yang menyerap investasi besar dan tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

Karena itu, polemik yang menyelimuti investasi PT CNI bukan sekadar persoalan satu perusahaan. Ada dimensi ekonomi daerah yang lebih luas, mulai dari penerimaan daerah, lapangan kerja, hingga keberlangsungan usaha kecil yang tumbuh di sekitarnya.

Harapan pada Kepastian Hukum

Sepuluh organisasi masyarakat lokal dan adat berharap pemerintah mengambil keputusan yang seimbang. Kepastian hukum dan penegakan peraturan tetap dijunjung, tetapi kepentingan ekonomi warga jangan dikesampingkan.

Kasnuddin menekankan, keberlanjutan investasi diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi yang telah berkembang di Kecamatan Wolo dan sekitarnya. Bagi mereka, perusahaan bukan sekadar entitas bisnis, melainkan sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Posisi warga Kolaka ini menambah warna dalam perdebatan soal masa depan investasi nikel PT CNI. Di satu sisi, pemerintah dituntut menegakkan aturan; di sisi lain, ada ribuan orang yang nasib ekonominya bergantung pada kelangsungan operasional perusahaan di wilayah itu.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks