MAMUJU — Tim Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Sulbar bersama teknis PT Perminas mengecek langsung lokasi yang videonya beredar luas di media sosial. Pemeriksaan menyasar permukaan tanah yang mengeluarkan asap di Desa Botteng, Kecamatan Simboro.
Kepala Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Sulbar, Wisnu Hasta Praja, menyebut hasil observasi permukaan dan kajian awal geologi regional tidak menemukan indikasi aktivitas geotermal. "Berdasarkan hasil pra-studi regional dan overlay peta jenis tanah, lokasi ini tergolong jenis Podsolik Merah Kuning, bukan lahan gambut. Kami juga tidak menemukan adanya indikasi manifestasi hidrotermal atau geotermal seperti fumarol maupun alterasi batuan," kata Wisnu.
Mengapa Asap Bisa Muncul dari Dalam Tanah
Menurut Wisnu, kepulan asap berasal dari proses pembakaran sampah yang tertimbun tanah. Sisa pembakaran kekurangan pasokan udara, tetapi bara masih bertahan dan menghasilkan panas serta asap yang keluar melalui lubang dan pori-pori tanah.
Temuan itu sekaligus menjawab penyebab asap dari permukaan tanah yang sempat membuat warga penasaran. Videonya lebih dulu ramai dibagikan di media sosial sebelum tim diterjunkan ke lokasi.
Bekas Pembibitan Kakao yang Berubah Jadi Tempat Sampah
Warga setempat, Pendi dan Fadhillah, menyebut lokasi tersebut awalnya dipakai sebagai tempat pembibitan tanaman kakao. Seiring waktu, area itu juga dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah, mulai dari bekas polibag pembibitan hingga sampah rumah tangga.
Fadhillah mengaku membakar sampah bekas polibag dan plastik di lokasi itu. Api kemudian membesar sehingga dia khawatir kobarannya merambat ke perkebunan durian di sekitar. "Awalnya saya hanya membakar sampah bekas polibag dan sampah plastik di tempat ini. Karena apinya makin membesar dan saya khawatir apinya menjalar ke area perkebunan durian di sekitarnya, jadi saya inisiatif menutupi dan menimbun sisa pembakaran itu memakai tanah supaya mati," ujar Fadhillah.
Anak-anak yang bermain di sekitar lokasi lantas menusuk-nusuk timbunan tanah menggunakan kayu hingga terbentuk lubang. Asap keluar melalui lubang-lubang itu, direkam warga, lalu videonya tersebar luas.
Rekomendasi: Bongkar Timbunan dan Padamkan Bara
Tim verifikasi merekomendasikan timbunan tanah dibongkar dan sisa bara sampah dipadamkan menggunakan air hingga tuntas. Pemadaman perlu dilakukan sampai suhu tanah kembali normal untuk memastikan tidak ada bara yang masih menyala di dalam timbunan.
Wisnu juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati menyimpulkan dan menyebarkan informasi soal fenomena tak biasa. "Kami mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring dan membagikan informasi di media sosial, serta mengonfirmasi fenomena alam yang tidak biasa kepada instansi berwenang agar tidak menimbulkan persepsi atau keresahan di tengah publik," tuturnya.
Dinas ESDM Sulbar menegaskan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan asap di Desa Botteng berasal dari sisa pembakaran sampah yang tertimbun tanah, bukan manifestasi geologi aktif.