SULAWESI BARAT — Apple menyiapkan enam mode penggunaan berbeda pada iPhone Duo, foldable pertamanya, yang bergantung pada deteksi sudut engsel atau Hinge State. Layar luar 5,4 inci dan layar dalam 7,6 inci membuat ponsel ini berpindah fungsi tergantung posisi lipatannya. Pengguna yang terbiasa dengan iPhone biasa perlu menyesuaikan cara pakai sehari-hari.
Apple merancang iPhone Duo sebagai perangkat lipat dengan dua layar terpisah, bukan sekadar ponsel biasa yang dilipat. Layar luar berukuran 5,4 inci dipakai saat perangkat tertutup, sementara layar dalam 7,6 inci aktif ketika perangkat terbuka penuh.
Kunci dari seluruh sistem mode ini adalah Hinge State, yaitu kemampuan ponsel membaca sudut engsel secara presisi. Sudut nol derajat berarti perangkat tertutup dan konten hanya tampil di layar luar. Sudut 180 derajat berarti perangkat terbuka penuh dan konten berpindah ke layar dalam.
Sudut di antara keduanya menentukan bagaimana antarmuka ditampilkan. Samsung sudah lebih dulu menerapkan pendekatan serupa lewat fitur Flex Mode di Galaxy Z Fold 8 Ultra, meski fitur itu dihapus dari Galaxy Z Fold 8 versi passport.
1. Mode Tertutup
Mode paling dasar menampilkan seluruh konten di layar luar 5,4 inci. Dynamic Island dan kamera selfie hole-punch dipindahkan ke posisi vertikal di sisi kanan layar.
Mode ini dipakai untuk tugas cepat seperti membaca notifikasi, membalas pesan singkat, menerima panggilan, atau membuka Apple Wallet.
2. Mode Terbuka Horizontal
Membuka iPhone Duo sepenuhnya mengaktifkan layar 7,6 inci dengan orientasi horizontal sebagai tampilan bawaan. Ukurannya mendekati tablet dan ditujukan untuk kebutuhan layar luas.
Contoh pemakaiannya termasuk menonton film, bermain game, menggambar, atau menjalankan dua aplikasi berdampingan. Kamera bawah layar di sisi kanan atas membuat mode ini cocok untuk FaceTime dan panggilan video lain.
3. Mode Terbuka Vertikal
Mode ini tidak bergantung pada Hinge State, melainkan pada orientasi fisik perangkat. Memutar iPhone Duo ke posisi vertikal memindahkan navigation bar ke bawah dan memberi rasio layar lebih tinggi.
Hasilnya, materi bacaan seperti e-book atau artikel tampil lebih nyaman. Menulis catatan jadi lebih mudah, scrolling web berkurang, dan dua aplikasi bisa ditumpuk secara vertikal. Video vertikal seperti TikTok juga mengisi layar lebih penuh.
4. Mode Buku
Pada mode ini engsel diposisikan melewati sudut 90 derajat sehingga bentuk perangkat menyerupai buku terbuka. iPhone Duo mendeteksi lipatan di tengah layar dan menggeser elemen antarmuka menjauh dari area terlipat.
Pendekatan itu mencegah distorsi di sekitar crease mengganggu tampilan dan sentuhan. Mode ini berguna untuk membaca dengan tata letak satu halaman per sisi, multitasking dengan Apple Pencil, atau menyandarkan perangkat di permukaan datar tanpa stand untuk mengaktifkan StandBy Mode.
5. Mode Meja
Engsel dilipat sekitar 90 derajat sehingga iPhone Duo berdiri seperti laptop. Layar terbagi di garis lipatan dan memisahkan bagian-bagian berbeda dari sebuah aplikasi.
Mode ini berguna saat pengguna butuh penyangga stabil tanpa aksesori tambahan. Panggilan video hands-free, foto long-exposure atau timer, dan streaming dengan kolom deskripsi serta komentar tetap terlihat menjadi beberapa contoh pemakaiannya.
6. Mode Tenda
iPhone Duo dilipat membentuk huruf V dan diletakkan di permukaan datar dengan layar luar menghadap ke depan. Layar dalam otomatis mati dan seluruh tugas dialihkan ke layar luar.
Mode ini memungkinkan perangkat berdiri tanpa stand. Streaming di layar luar menghemat daya dibanding layar dalam yang lebih besar, dan posisi tegak ini juga menampilkan StandBy Mode berisi jam serta widget yang kompatibel.
Yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Enam mode ini menunjukkan bahwa iPhone Duo menuntut penyesuaian kebiasaan bagi pengguna yang selama ini memakai iPhone satu layar. Fleksibilitasnya baru terasa jika pengguna memang sering berpindah antara tugas cepat dan pekerjaan layar besar.
Bagi yang menginginkan pengalaman iPhone tanpa kompromi lipatan, kombinasi iPhone 18 Pro Max dan MacBook Neo disebut sebagai pilihan yang lebih masuk akal. Apple sendiri dilaporkan menaikkan produksi iPhone Duo sebesar 30 persen, sinyal bahwa perusahaan cukup percaya diri dengan permintaan pasar.