MAJENE — Forum dialog tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Subuh Keliling. Usai menunaikan ibadah, Kapolres memilih duduk bersama jamaah alih-alih langsung meninggalkan masjid. Warga pun diberi ruang menyampaikan aduan, keluhan, dan persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.
Tiga Persoalan yang Menonjol dari Suara Warga
Keluhan pertama menyangkut keberadaan rumah kos di wilayah Majene. Warga berharap pemilik kos menempatkan penanggung jawab yang mengawasi penghuni, agar potensi gangguan kamtibmas bisa diantisipasi lebih dini.
Persoalan kedua soal knalpot brong yang masih ditemukan dan dinilai mengganggu kenyamanan. Warga juga menyoroti aktivitas remaja yang kerap berkumpul hingga larut malam, termasuk penggunaan musik bervolume tinggi yang mengganggu waktu istirahat tetangga.
Kapolres: Keamanan Bukan Tugas Polisi Semata
AKBP Muhammad Amiruddin menegaskan bahwa persoalan di tengah masyarakat butuh keterlibatan bersama, bukan hanya mengandalkan aparat kepolisian. Menurutnya, pemeliharaan keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab seluruh elemen.
Partisipasi aktif warga dan sinergi dengan aparat keamanan disebutnya sebagai kunci menciptakan lingkungan yang nyaman. Ia juga mengingatkan agar persoalan kecil tidak dibiarkan berkembang menjadi konflik lebih besar.
Ajakan Duduk Bersama dan Jalur Call Center 110
Kapolres mengajak setiap permasalahan diselesaikan lewat pendekatan