MAMUJU — Tim Kerja Pengendalian Penduduk (Dalduk) DKPPKB Sulbar menitikberatkan penguatan peran keluarga dalam mempersiapkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing lewat tema Penumbuhan dan Peningkatan Kesadaran Keluarga dalam Keterlibatan Perencanaan Kehidupan Menuju Keluarga Berkualitas. Peserta mendapat materi kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, perencanaan kehidupan, hingga pendampingan orang tua terhadap tumbuh kembang remaja.
Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Amir, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju dr. Sita Harit Ibrahim, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mamuju Bambang Pony Wiratmoko, serta dokter spesialis obstetri dan ginekologi dr. Masrum Thamrin.
Skrining Kesehatan Menjangkau Tiga Sekolah di Mamuju
DKPPKB Sulbar tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan. Skrining kesehatan bagi remaja putri dilakukan dari MTsN Mamuju, MAN Mamuju, dan SMA Negeri 1 Mamuju. Rangkaian kegiatan ditutup dengan gerakan minum TTD secara serentak sebagai langkah pencegahan anemia pada remaja putri yang kelak memasuki usia reproduksi.
Intervensi sejak usia remaja dinilai menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting dari hulu. Kondisi kesehatan dan kecukupan gizi remaja putri perlu disiapkan sedini mungkin untuk mendukung lahirnya generasi yang lebih sehat pada masa mendatang.
Mengapa Anemia Remaja Putri Jadi Sasaran Intervensi
Anemia pada remaja putri berkaitan langsung dengan kesiapan tubuh memasuki usia reproduksi. Kekurangan zat besi yang dibiarkan hingga kehamilan berisiko memperbesar peluang bayi lahir dengan berat badan rendah, yang menjadi salah satu jalur utama lahirnya anak stunting. Karena itu, pemberian TTD secara rutin diposisikan sebagai langkah pencegahan paling murah dan terjangkau.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim melalui Tim Kerja Dalduk mendorong penguatan pembangunan keluarga lewat pendekatan edukatif dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan tenaga kesehatan dinilai menjadi kunci membangun kesadaran remaja menjaga kesehatan, memahami pentingnya pemenuhan gizi, serta merencanakan masa depan lebih baik.
Edukasi Diharapkan Berlanjut di Rumah, Bukan Berhenti di Aula
DKPPKB Sulbar berharap edukasi kesehatan tidak berhenti pada peserta, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Dengan begitu, terbentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda secara optimal.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan DKPPKB Sulbar terhadap visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. Fokusnya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkarakter.