Pencarian

Pemerintah Kaji Aturan Baru Cegah Mobil Mewah Pakai BBM Subsidi

Kamis, 17 September 2026 • 08:35:01 WIB
Pemerintah Kaji Aturan Baru Cegah Mobil Mewah Pakai BBM Subsidi

SULAWESI BARAT — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah memformulasikan aturan untuk mencegah peralihan konsumsi BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Imbauan ini terutama ditujukan bagi pemilik kendaraan mewah yang dinilai tidak berhak menikmati subsidi, sementara kuota BBM bersubsidi tahun ini berpotensi ditambah. Masyarakat diminta menunggu keputusan resmi karena mekanisme penyaluran saat ini masih berjalan seperti biasa.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyiapkan regulasi baru untuk mengatasi pergeseran konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari produk nonsubsidi ke produk bersubsidi. Aturan ini muncul di tengah antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU di berbagai daerah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerimanya. Ia meminta pemilik kendaraan mewah untuk tidak mengambil hak kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan.

"Dalam berbagai kesempatan saya menganjurkan agar saudara-saudara saya yang mampu, yang mobilnya bagus, tolonglah kita jangan sampai memakai BBM subsidi," ujar Bahlil ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).

Bahlil menyebut pemerintah masih memformulasikan aturan tersebut. Selama regulasi baru belum rampung, ia mengandalkan kesadaran masyarakat mampu untuk beralih ke BBM nonsubsidi secara sukarela.

Kuota BBM Subsidi Berpotensi Ditambah

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengungkapkan adanya potensi penambahan kuota BBM bersubsidi tahun ini. Penambahan diproyeksikan menyusul potensi terlampauinya batas kuota penyaluran Pertalite dan Biosolar.

"Sepertinya akan ada penambahan kuota," ujar Laode di tempat yang sama.

Laode menyebut penambahan kemungkinan difokuskan pada Biosolar. Namun, ia belum membeberkan rincian karena perhitungan dan pengumuman resmi merupakan kewenangan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Antrean SPBU Bukan karena Stok Menipis

PT Pertamina Patra Niaga memastikan antrean di sejumlah SPBU belakangan ini bukan disebabkan oleh ketersediaan stok yang menipis. Ketersediaan BBM disebut masih mencukupi.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan antrean muncul akibat perubahan pola konsumsi masyarakat. Pergeseran terjadi dari produk nonsubsidi seperti Pertamax Series dan Dex menuju Pertalite serta Biosolar.

"Shifting dari produk-produk yang non-PSO Pertamax Series kemudian Dex, itu ke Pertalite maupun Biosolar," ujar Eko dalam acara Pertamax Journey di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Eko menambahkan kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan fasilitas sarana dan prasarana di sejumlah SPBU. Tidak semua SPBU memiliki kapasitas untuk menambah dispenser maupun nozzle khusus Pertalite dan Biosolar.

"SPBU ini juga sangat terbatas fasilitas sarprasnya untuk bisa menambah dispenser ataupun nozzle untuk produk-produk seperti Pertalite maupun Biosolar," ujarnya.

Eko mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying ketika melihat antrean di SPBU. Salah satu antrean yang menjadi perhatian terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menyesuaikan pasokan dan distribusi BBM dengan perkembangan permintaan di lapangan.

Pertalite untuk Desil 9 dan 10 Masih Dikaji

Rencana pemerintah mencegah pergeseran konsumsi BBM berkaitan dengan wacana pembatasan Pertalite bagi masyarakat kategori desil 9 dan 10. Bahlil sebelumnya menyampaikan rencana tersebut masih dalam tahap kajian.

Selama belum ada keputusan resmi, mekanisme penyaluran Pertalite masih berjalan seperti saat ini. Bahlil menilai masyarakat desil 9 dan 10 seharusnya tidak ikut menikmati BBM bersubsidi karena subsidi ditujukan bagi yang membutuhkan.

"Desil 9 dan 10 itu kan seperti saya. Kalau mobil saya kan agak pakai BBM yang.. Masa kita pakai subsidi? Ya sudah lah yang kaya yang sudah mampu itu jangan ambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berat penerimanya," ujar Bahlil saat ditemui di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).

Apa yang Perlu Dilakukan Konsumen Saat Ini

Hingga regulasi baru diterbitkan, tidak ada perubahan resmi pada mekanisme pembelian Pertalite dan Biosolar di SPBU. Masyarakat dapat membeli BBM bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku saat ini.

Pemerintah belum mengumumkan jadwal pasti penerapan aturan pembatasan maupun kriteria resmi penerima BBM bersubsidi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian ESDM dan BPH Migas.

Konsumen diimbau tidak mempercayai pihak yang menawarkan jasa pendaftaran atau perantara untuk mendapatkan BBM bersubsidi. Pengaduan terkait penyaluran BBM dapat disampaikan melalui call center Pertamina 135 atau kanal pengaduan resmi Kementerian ESDM.

Follow radarmamuju.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspada.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks