SULAWESI BARAT — Pada minggu keenam, lonjakan hormon kehamilan mulai bekerja keras. Sebagian ibu merasakan mual yang mengganggu, sebagian lain hanya sedikit lelah, dan ada pula yang hampir tanpa keluhan sama sekali.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mencatat, mual dan muntah umumnya muncul sebelum usia 9 minggu. Namun, setiap kehamilan punya ritmenya sendiri. Tidak merasakan gejala apa pun di usia ini bukan berarti ada masalah, sama seperti keluhan berat yang tidak selalu menandakan bahaya.
Mual, Lelah, dan Payudara Sensitif — Tiga Keluhan Tersering
Mual bisa datang kapan saja, bukan hanya pagi hari. NHS menyebut morning sickness sebenarnya bisa terjadi siang atau malam. Rasa lelah juga wajar karena tubuh bekerja ekstra membangun plasenta.
Payudara Bunda mungkin terasa lebih penuh, membesar, atau nyeri saat disentuh. Puting pun menjadi lebih sensitif dari biasanya. Ketiga gejala ini umumnya mereda saat memasuki trimester kedua.
Sering BAK, Sensitif Bau, dan Perut Kembung
Perubahan hormonal membuat Bunda lebih sering ke kamar mandi. Selama tidak disertai rasa sakit atau panas saat buang air kecil, kondisi ini termasuk normal.
Indra penciuman juga bisa menjadi lebih tajam. Bau masakan yang dulu disukai tiba-tiba membuat mual, atau justru muncul craving terhadap makanan tertentu. Di sisi lain, pencernaan melambat sehingga perut terasa kembung dan lebih banyak gas.
Kram Ringan dan Bercak: Tanda Bahaya atau Normal?
Sebagian ibu merasakan kram ringan seperti menjelang menstruasi, atau melihat bercak darah tipis. Ini bisa menjadi bagian dari proses implantasi dan peregangan rahim.
Namun, waspada jika perdarahan berjumlah banyak seperti haid atau disertai nyeri perut hebat. Segera hubungi tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi Bunda dan janin.
Perubahan Tubuh yang Tidak Terlihat dari Luar
Meski perut belum membuncit, rahim Bunda sedang bersiap. ACOG menjelaskan, rahim masih berada di dalam panggul hingga sekitar minggu ke-12. Jadi belum adanya baby bump di usia 6 minggu adalah hal yang wajar.
Jika perut terlihat sedikit lebih besar, kemungkinan itu efek kembung, bukan ukuran janin. Embrio saat ini baru sebesar kacang polong—sekitar 6 milimeter—jadi belum cukup untuk mengubah bentuk perut.
Kapan Perut Mulai Terlihat?
Umumnya, baby bump baru terlihat jelas di trimester kedua, saat rahim mulai naik keluar dari rongga panggul. Waktunya berbeda-beda untuk setiap ibu.
Pada kehamilan kedua atau selanjutnya, otot perut yang lebih kendur sering membuat perut terlihat lebih cepat. Tidak perlu khawatir jika kehamilan pertama Bunda belum menunjukkan perubahan di minggu-minggu awal.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski gejala ringan adalah hal biasa, tetap perhatikan sinyal tubuh. Hubungi dokter jika Bunda mengalami perdarahan berat, nyeri perut yang menusuk, mual berlebihan hingga tidak bisa minum cairan, atau demam.
Yang terpenting, jalani kehamilan ini dengan tenang dan rutin periksa sesuai jadwal. Setiap tubuh Bunda bekerja berbeda—dan itu tidak mengurangi keajaiban yang sedang tumbuh di dalamnya.