SULAWESI BARAT — Indonesia sempat tertinggal 0-1 pada pertandingan pertama melawan Malaysia. Namun, Elga dan Paudie tampil dominan di laga kedua dengan kemenangan telak 2-0, sekaligus membalikkan keadaan dan mengunci tempat di final.
Kemenangan ini memastikan Indonesia tampil di FIFAe World Cup 2026 untuk ketiga kalinya secara beruntun. Prestasi ini melanjutkan tren positif setelah menjadi juara pada edisi 2024 dan finis di posisi keempat pada 2025.
Final Kontra Jepang yang Bangkit dari Kubangan
Di partai puncak, Indonesia akan berhadapan dengan Jepang yang juga menunjukkan mentalitas kuat. Sempat takluk 0-3 dari Yordania di laga pertama semifinal, Jepang bangkit dengan kemenangan telak 5-0 di pertandingan kedua untuk melaju ke final.
Laga final akan berlangsung Sabtu sore waktu Kuala Lumpur. Ini menjadi ujian terberat bagi Elga dan Paudie untuk mempertahankan status juara bertahan dunia.
Nasib Skuad eFootball Mobile
Di kategori mobile, Indonesia juga mengirimkan wakilnya pada Kejuaraan Kontinental Esport AFC 2026. Alfin Pratama dan Yoga Andisalasa harus menghentikan langkahnya di perempat final setelah dikalahkan Thailand.
Meski gagal di ajang ini, Indonesia sempat mencatatkan diri sebagai tim delapan besar pada FIFAe World Cup 2024 untuk sektor mobile. Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi pengembangan ekosistem eFootball mobile tanah air.
Apa Selanjutnya untuk Timnas eFootball?
Dengan status juara bertahan di kategori konsol, Indonesia punya target jelas di FIFAe World Cup 2026: mempertahankan gelar. Final kontra Jepang akan menjadi ajang pembuktian bahwa dominasi Garuda di Asia bukan kebetulan.
Kemenangan di final Kejuaraan Kontinental juga akan menjadi modal psikologis berharga menjelang turnamen dunia. Publik esports Indonesia patut menunggu aksi Elga dan Paudie di partai puncak.