SULAWESI BARAT — Bagi pengguna setia Galaxy Z Flip, keluhan terbesar selama ini adalah layar depan yang terasa mubazir. Sejak Z Flip 5 membawa cover display full-size, Samsung memang sudah membuka akses ke beberapa aplikasi, tapi jumlahnya sangat terbatas dan nyaris tak bertambah selama dua generasi. Kini, lewat Galaxy Z Flip 8 yang berjalan di One UI 9, Samsung mulai bergerak — meski langkahnya masih ragu-ragu.
FlexWindow yang Didesain Ulang: Dari Widget ke Aplikasi
Pembaruan paling kentara ada di antarmuka "FlexWindow". Samsung menghadirkan homescreen anyar yang mendukung panel kustom dengan widget, plus satu panel utama yang mirip fitur "At a Glance" milik Google Pixel. Panel ini menampilkan agenda kalender dan notifikasi kontekstual "Now Nudge" yang muncul sesuai situasi pengguna.
Yang lebih penting, panel tersebut kini menyertakan laci aplikasi (app drawer) yang memuat aplikasi bawaan Samsung. Di bawahnya, ada bagian bernama "Labs" yang berisi aplikasi pihak ketiga seperti YouTube, Google Messages, dan lainnya. Total ada 50 aplikasi yang didukung secara resmi melalui Labs.
Daftar Aplikasi dan Catatan Bug
Meski jumlahnya naik drastis, tidak semua aplikasi berjalan mulus. Dalam pengujian awal, aplikasi Gemini milik Google gagal berfungsi — halaman utama terus memunculkan keyboard tanpa bisa menerima input perintah. Samsung mengakui ini adalah konsekuensi dari layar berukuran kecil, dan bug masih wajar terjadi.
Berikut aplikasi yang kini tersedia di bagian Labs Galaxy Z Flip 8:
- YouTube
- Google Messages
- Berbagai aplikasi Samsung bawaan
- Total 50 aplikasi dari berbagai kategori
Samsung juga menambahkan halaman "Recents" yang memudahkan pengguna berpindah antar-aplikasi secara efisien di layar depan. Fitur ini sangat membantu karena pengguna tidak perlu membuka ponsel hanya untuk kembali ke aplikasi yang baru dipakai.
Masih Jauh dari Sempurna
Meski langkah ini patut diacungi jempul, eksekusinya masih terasa setengah hati. Samsung memilih pendekatan bertahap dengan membatasi aplikasi yang bisa diakses penuh, alih-alih membuka seluruh aplikasi Play Store seperti yang dilakukan kompetitor. Pengguna masih harus bergantung pada daftar putih (whitelist) yang ditentukan pabrikan.
Perbandingan dengan ponsel lipat lain seperti Oppo Find N3 Flip atau Motorola Razr 40 Ultra menunjukkan Samsung tertinggal dalam hal fleksibilitas layar depan. Kedua kompetitor itu sudah lebih dulu membuka akses penuh ke aplikasi apa pun tanpa perlu melalui laboratorium eksperimental.
Kesimpulan: Untuk Siapa Galaxy Z Flip 8?
Galaxy Z Flip 8 jelas membawa angin segar bagi pengguna yang ingin memaksimalkan layar depan. Dengan 50 aplikasi resmi dan halaman Recents, ponsel ini lebih fungsional dibanding pendahulunya. Namun, jika prioritas Anda adalah kebebasan penuh menjalankan aplikasi apa pun di cover display tanpa batasan, ponsel ini mungkin belum menjadi jawaban.
Galaxy Z Flip 8 dibanderol mulai USD 1.199 (sekitar Rp 19,8 juta). Untuk harga segitu, ekspektasi terhadap dukungan aplikasi layar depan seharusnya bisa lebih dari sekadar setengah langkah.