MAMUJU — Program Jumat Berdampak yang diinisiasi PLN UP3 Mamuju bukan sekadar agenda bersih-bersih pantai rutin. Di balik aksi memungut sampah di Pantai Arteri, perusahaan juga mendorong perubahan gaya hidup pegawai secara lebih fundamental: meninggalkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Pegawai Wajib Naik Motor Listrik atau Jalan Kaki
Lewat program Clean Energy Day (CED) yang berlangsung setiap Jumat, seluruh pegawai PLN UP3 Mamuju, UP2K Sulbar, dan ULP Manakarra diharuskan menggunakan kendaraan listrik atau berjalan kaki saat berangkat dan pulang kerja. Tim Humas PLN UP3 Mamuju, Supriadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung transisi energi bersih.
“Setiap Jumat itu ada program CED, di mana pegawai diharuskan pada saat berangkat dan pulang kantor tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil atau BBM, lebih di anjurkan menggunakan energi bersih atau listrik atau jalan kaki ke kantor,” kata Supriadi dalam keterangannya, Jumat.
Aksi Bersih Pantai: Sampah Dipungut, Lingkungan Dipulihkan
Pada hari yang sama, para pegawai bergerak ke kawasan Pantai Arteri yang selama ini menjadi salah satu titik rawan timbunan sampah di pesisir Mamuju. Mereka turun langsung membersihkan sampah dan berbagai material yang mencemari area tersebut.
Menurut Supriadi, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap pekan bisa memberikan kontribusi nyata bagi kualitas lingkungan. “Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari Jumat, kami bergerak. Dari kepedulian, kami hadirkan dampak,” pungkasnya.
Mengapa Program Ini Penting untuk Mamuju?
Aksi bersih Pantai Arteri dan program CED mencerminkan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan pengelolaan sampah di kawasan pesisir. PLN UP3 Mamuju berupaya menunjukkan bahwa transformasi menuju lingkungan yang lebih bersih tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada tindakan konkret di lapangan.
Melalui keterlibatan langsung pegawai, perusahaan berharap budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan bisa menular ke masyarakat luas. Kegiatan Jumat Berdampak ini pun direncanakan terus berlanjut secara rutin setiap pekan.