POLEWALI MANDAR — Gempa dangkal terjadi pada pukul 09.09 Wita, dengan pusat gempa (episenter) berada di laut sekitar 50 kilometer arah selatan Polewali Mandar. Hasil analisis BMKG menyebutkan, kedalaman hiposenter gempa tercatat sangat dangkal, yakni 13 kilometer di bawah permukaan laut. Kondisi ini menyebabkan getaran terasa hingga radius yang cukup luas.
Getaran tidak hanya dirasakan di tiga daerah dengan intensitas paling tinggi. BMKG melaporkan, rambatan gempa dengan skala intensitas II-III MMI juga mencapai lima kabupaten/kota lain. Wilayah yang merasakan getaran lebih rendah itu meliputi Kabupaten Sidrap, Mamuju, Pangkep, Gowa, dan Kota Makassar.
Skala Guncangan dan Dampak ke Warga
Pada skala intensitas III-IV MMI, guncangan dirasakan nyata di dalam rumah. Banyak warga yang berlari keluar rumah karena getaran terasa seperti ada truk besar yang melintas. Sementara itu, skala II-III MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah, terutama yang sedang beristirahat atau diam.
Belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa gempa dangkal dengan kedalaman di bawah 20 kilometer memiliki potensi memicu kerusakan jika pusat gempa berada di darat atau dekat pemukiman padat.
Penyebab Gempa dan Imbauan BMKG
Gempa dangkal di perairan selatan Polewali Mandar ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona subduksi Sulawesi. Wilayah Sulawesi Barat memang dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa di Indonesia karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik.
“Gempa bumi terjadi pada pukul 09.09 Wita dengan magnitudo 4,7,” lapor BMKG sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (9/7/2026). Petugas BMKG memantau kondisi dan mengimbau masyarakat luas untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta berhati-hati terhadap potensi gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.
Apa yang Harus Dilakukan Warga?
BMKG menyarankan warga di delapan kabupaten/kota yang merasakan guncangan untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum kembali ke dalam rumah, pastikan tidak ada retakan atau kerusakan struktural pada bangunan yang membahayakan.
Masyarakat juga diminta untuk memantau informasi resmi dari kanal BMKG, baik melalui aplikasi, media sosial, maupun website resmi. Gempa susulan biasanya berkekuatan lebih kecil, namun tetap perlu diantisipasi karena bisa terjadi dalam hitungan menit hingga jam setelah gempa utama.