Pelindo Panjang Gelar Literasi Siber, Waspadai Phishing di Lingkungan Pelabuhan

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:35:01 WIB
Kegiatan literasi siber di Pelindo Regional 2 Panjang menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Lampung.

SULAWESI BARAT — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang menggelar kegiatan awareness bahaya serangan siber bagi seluruh pekerja, menghadirkan Kanit 2 Subdit V Ditreskrimsus Polda Lampung Iptu Donal Afriansyah sebagai narasumber. Langkah itu diambil karena teknologi informasi makin terintegrasi dalam proses bisnis kepelabuhanan, sehingga gangguan sistem digital berisiko mengganggu operasional dan pelayanan pengguna jasa. Bagi pekerja, pemahaman ini menjadi benteng pertama mencegah kebocoran data perusahaan.

Pelindo Regional 2 Panjang menempatkan kesadaran keamanan siber sebagai bagian dari budaya kerja, bukan sekadar pelatihan sekali jalan. Kegiatan yang dipimpin Manager Kepatuhan Bisnis Weriyanto Febriyadi—mewakili General Manager Pelindo Regional 2 Panjang—ini menyasar seluruh insan perusahaan di lingkungan kerja Pelindo Panjang.

Weriyanto menegaskan, setiap individu memegang peran dalam mencegah kebocoran data maupun serangan siber. Mulai dari menjaga kerahasiaan akun, berhati-hati terhadap pesan atau tautan mencurigakan, hingga memastikan informasi perusahaan digunakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ancaman Phishing hingga Malware Jadi Fokus Materi

Dalam sesi pemaparan, Iptu Donal Afriansyah membeberkan sejumlah bentuk ancaman siber yang mengintai lingkungan kerja. Mulai dari phishing, pencurian data, penyalahgunaan akses, penyebaran perangkat lunak berbahaya (malware), hingga modus kejahatan digital yang memanfaatkan kelalaian pengguna.

Menurut Donal, keamanan siber punya posisi strategis di sektor kepelabuhanan. Penggunaan teknologi informasi kian menyatu dalam mendukung proses bisnis dan pelayanan jasa kepelabuhanan.

"Gangguan terhadap sistem digital tidak hanya berpotensi menimbulkan risiko terhadap data perusahaan, tetapi juga dapat mempengaruhi kelancaran proses operasional dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa," kata Donal dalam pemaparannya.

Ia menilai peningkatan literasi keamanan siber menjadi langkah penting membangun lingkungan kerja yang lebih tangguh terhadap ancaman digital. Upaya ini sekaligus mendukung penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Mengapa Pelabuhan Jadi Sasaran Empuk

Pelabuhan merupakan simpul logistik yang menghubungkan arus barang antarpulau dan lintas negara. Sistem digital di dalamnya mencakup data manifes kargo, jadwal sandar kapal, hingga transaksi dengan pengguna jasa. Jika akses disalahgunakan, dampaknya tidak berhenti pada data, tetapi merembet ke kelancaran bongkar muat.

Karena itu, Pelindo Regional 2 Panjang memandang pelatihan kesadaran sebagai investasi operasional. Serangan siber yang lolos ke sistem internal bisa memperlambat layanan dan menimbulkan kerugian bagi eksportir maupun importir yang bergantung pada jadwal kapal.

Diskusi Langsung dan Komitmen Budaya Keamanan Informasi

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta mendapat ruang berdiskusi langsung dengan narasumber soal potensi ancaman siber dan langkah mitigasi yang bisa diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 2 Panjang menegaskan komitmen memperkuat budaya sadar keamanan informasi. Harapannya, kewaspadaan seluruh insan perusahaan meningkat dalam menghadapi perkembangan ancaman siber, sekaligus menopang transformasi digital Pelindo yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Langkah Pelindo Panjang mencerminkan pola yang mulai lazim di lingkungan BUMN jasa kepelabuhanan: literasi digital tidak lagi cukup dibebankan ke tim TI, tetapi didorong menjadi kebiasaan seluruh pekerja. Sebab, satu tautan mencurigakan yang diklik sembarangan bisa membuka pintu bagi gangguan yang jauh lebih besar.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top