MAMUJU — Personel Polda Sulawesi Barat memeriksa fisik dan teknis truk yang melintas di jalur poros Mamuju-Topoyo. Pemeriksaan menyasar komponen vital yang berpotensi memicu kecelakaan jika diabaikan. Petugas gabungan turun langsung ke jalan untuk memastikan setiap kendaraan angkutan barang memenuhi syarat keselamatan.
Ramcek menyasar sejumlah bagian krusial kendaraan. Petugas memeriksa kondisi keausan dan tekanan ban, fungsi sistem pengereman, serta sistem pencahayaan. Kelengkapan kaca spion dan fungsi wiper juga masuk daftar pemeriksaan, bersama komponen keselamatan teknis lainnya.
Pemeriksaan dilakukan secara teliti agar setiap komponen vital dipastikan berfungsi dengan baik. Kendaraan yang lolos pemeriksaan dinilai lebih aman untuk melanjutkan perjalanan di jalur trans-Sulawesi.
Petugas tidak hanya memeriksa kendaraan. Pengemudi yang kedapatan mengoperasikan truk dalam kondisi tidak layak jalan atau kekurangan komponen keselamatan mendapat teguran lisan. Langkah itu diambil dengan pendekatan humanis di lapangan.
Polisi juga mengimbau sopir agar tidak memaksakan penggunaan kendaraan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Para pengemudi diingatkan rutin melakukan pengecekan mandiri sebelum memulai perjalanan.
Ramcek menjadi langkah preventif jajaran Polda Sulbar untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar angkutan barang. Melalui deteksi dini, petugas mengidentifikasi truk-truk yang memerlukan perbaikan segera.
Kendaraan dengan temuan kerusakan tidak langsung diizinkan beroperasi normal. Perbaikan lebih dulu diminta agar truk kembali melintas dalam kondisi laik jalan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para sopir truk. Mereka diajak memahami regulasi kelaikan jalan dan pentingnya memeriksa armada sebelum berangkat. Pemeriksaan mandiri dinilai kunci mencegah kecelakaan fatal di jalan raya.
Jalur poros Mamuju-Topoyo dikenal sebagai lintasan padat kendaraan besar. Kesadaran pengemudi soal kelayakan kendaraan menjadi salah satu faktor penentu keselamatan di ruas trans-Sulawesi tersebut.