SULAWESI BARAT — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini setelah ditutup melemah 0,83 persen ke level 6.071,14 pada sesi sebelumnya. Aksi jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp 1,56 triliun, dengan TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI menjadi saham yang paling banyak dilepas.
Head of Retail Research BNI Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berada dalam tekanan jual. Menurutnya, support indeks berada di rentang 6.000-6.050, sementara resistance di kisaran 6.100-6.120.
"Jika rebound sedikit hanya tes resistance di 6.100," ujar Fanny dalam risetnya.
Net sell asing senilai Rp 1,56 triliun pada sesi sebelumnya menegaskan bahwa tekanan jual masih belum mereda. Investor asing tercatat paling agresif melepas saham TLKM, BMRI, BBCA, ASII, dan BBRI.
Kelima saham tersebut merupakan penghuni teratas daftar top seller asing. Pelemahan IHSG ke level 6.071,14 membuat indeks semakin dekat dengan area support psikologis di 6.000.
Di tengah tekanan pasar, Fanny menyiapkan sejumlah saham yang bisa menjadi perhatian investor. Berikut daftarnya:
Dengan proyeksi support di 6.000-6.050, investor dapat mencermati peluang akumulasi jika indeks mendekati area tersebut. Namun, tekanan jual asing yang masih berlanjut menjadi sinyal kehati-hatian.
Rebound teknikal berpotensi terjadi jika IHSG mampu bertahan di atas level 6.050. Sebaliknya, penembusan ke bawah 6.000 akan membuka ruang koreksi lebih dalam.
Fanny menekankan bahwa resistance di 6.100 menjadi level kunci yang harus ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah. Selama indeks tertahan di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi.