SULAWESI BARAT — Huawei resmi meluncurkan seri Pura 90s di Indonesia pada periode first-sale 28 Agustus–27 September 2026. Dua varian yang dirilis, Pura 90s Pro Max dan Pura 90s Pro, sama-sama mengusung filosofi desain "The Rhythm of Colour" dan teknologi True-to-Colour Camera 2.0 yang diklaim menjaga akurasi warna sesuai pandangan mata. Perbedaan paling mencolok ada di sektor kamera telephoto—di sinilah Huawei mencoba membedakan diri dari kompetitor di kelas harga yang sama.
Varian Pro Max membawa sensor telephoto 200MP dengan ukuran sensor 1/1.28 inci, susunan piksel RYYB, dan dukungan 4x optical zoom. Secara spesifikasi, ini yang terbesar di industri untuk kamera telephoto—lebih besar dari sensor utama di banyak flagship lain. Ditambah OIS dengan rating stabilisasi CIPA 7.0, Huawei mengklaim hasil foto tetap tajam meski zoom jarak jauh, misalnya menangkap ekspresi musisi dari bangku penonton konser.
Untuk video, fitur telephoto mendukung perekaman hingga 20x zoom. Ini menarik untuk merekam objek bergerak dari jarak jauh, seperti burung di alam terbuka, dengan hasil yang stabil. Tapi perlu diingat: klaim ini baru kami uji sebentar di area demo. Hasil zoom 20x di video biasanya rawan noise di kondisi minim cahaya—kami butuh pengujian lebih lama untuk memastikan konsistensinya.
Pura 90s Pro Max juga dilengkapi kamera utama 50MP Ultra Lighting HDR dengan teknologi LOFIC, rentang dinamis 16EV, dan bukaan lensa adaptif F1.4–F4.0. Kombinasi ini dirancang untuk menyeimbangkan area terang dan gelap dalam satu bidikan—skenario klasik saat memotret panggung dengan spotlight kuat. Secara teori, ini menjawab masalah umum di kamera smartphone: highlight yang meledak atau bayangan yang kehilangan detail.
Kamera utama yang sama juga hadir di Pura 90s Pro, jadi Anda tidak perlu khawatir kualitas foto harian berbeda jauh antara kedua varian. Perbedaan fundamentalnya tetap di sektor telephoto: Pro Max unggul untuk zoom jarak jauh, sementara Pro fokus pada makro.
Varian standar Pura 90s Pro mengandalkan kamera 50MP Ultra Lighting Macro Telephoto dengan jarak fokus minimum 5 cm. Dengan jarak segitu, Anda bisa memotret tekstur makanan, detail perhiasan, atau kelopak bunga tanpa perlu lensa tambahan. Didukung 4x optical zoom dan hingga 8x optical-quality zoom, plus OIS dan sensor RYYB, varian ini lebih fleksibel untuk kebutuhan fotografi jarak dekat.
Untuk kebutuhan harian, kamera utama 50MP dengan sensor 1/1.28 inci dan bukaan F1.4–F4.0 memastikan hasil foto tetap jernih di berbagai kondisi cahaya. Artinya, bagi pengguna yang jarang memotret objek super jauh, Pura 90s Pro bisa menjadi pilihan lebih rasional secara harga.
Kecerdasan buatan pada seri Pura 90s bekerja sejak proses memotret hingga penyuntingan. AI Composition membantu mengarahkan framing terbaik secara real-time, AI Move memungkinkan pengguna menggeser posisi subjek tanpa merusak latar belakang, dan AI De-glare mengurangi pantulan kaca saat memotret melalui etalase kafe atau museum. Ada juga AI Best Expression yang otomatis memilih ekspresi terbaik dari anggota foto bersama.
Fitur-fitur ini terdengar membantu, terutama AI De-glare yang relevan untuk fotografer traveling di Indonesia yang sering memotret melalui kaca. Namun, kami belum bisa memverifikasi akurasi AI Move dan AI Best Expression dalam kondisi dunia nyata—perlu pengujian lebih lanjut untuk melihat apakah hasilnya konsisten atau justru terlihat tidak natural.
Huawei Pura 90s Series sudah tersedia di Indonesia dengan dua pilihan varian penyimpanan. Selama periode first-sale, varian 12+512GB dibanderol Rp 22.999.000 untuk Pro Max dan Rp 17.999.000 untuk Pro. Varian 12+256GB baru tersedia mulai September 2026 dengan harga Rp 20.999.000 untuk Pro Max dan Rp 15.999.000 untuk Pro. Konsumen juga berhak atas cashback hingga Rp 2 juta, HUAWEI WATCH FIT 4, dan garansi tambahan HUAWEI Care+ selama satu tahun.
Seri Pura 90s jelas menunjukkan ambisi Huawei untuk kembali bersaing di segmen flagship Indonesia. Kamera telephoto 200MP di Pro Max adalah spesifikasi yang mengesankan di atas kertas, dan kamera utama dengan bukaan adaptif menjanjikan hasil foto yang solid di berbagai kondisi. Namun, dengan harga mulai Rp 16 juta, keputusan akhir tetap bergantung pada seberapa besar Anda membutuhkan kemampuan zoom ekstrem—dan seberapa siap Anda beradaptasi dengan ekosistem tanpa layanan Google.