Polda Sulbar Gelar Doa Bersama Anak Yatim di Mamuju, Mohon Sulawesi Barat Dijauhkan dari Bencana Karhutla

Penulis: Usman Harun  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:58:02 WIB
Ratusan anak yatim dan santri mengangkat tangan memanjatkan doa bersama jajaran Polda Sulawesi Barat di Masjid Jabal Rahmah, Mamuju, Jumat (28/8/2026).

MAMUJU — Ratusan anak yatim dan santri bersama jajaran Polda Sulawesi Barat mengangkat tangan memanjatkan doa memohon keselamatan negeri di Masjid Jabal Rahmah, Mamuju, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang dikemas dalam program Jumat berkah ini menjadi wujud ikhtiar spiritual di tengah kekhawatiran meluasnya kebakaran hutan dan lahan akibat kemarau panjang.

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta memimpin langsung jalannya doa bersama yang dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Sulbar. Suasana khusyuk tampak saat lantunan ayat suci Al-Qur'an surah Yasin menggema di dalam masjid sebelum rangkaian doa bersama dimulai.

Doa Anak Yatim Jadi Perisai Negeri

Kapolda melalui Humas Polda Sulbar menyampaikan harapannya agar doa yang dipanjatkan dari hati yang tulus mampu menjadi perlindungan bagi seluruh wilayah Sulawesi Barat. Ia menekankan bahwa kekuatan doa dari anak-anak yatim memiliki keistimewaan tersendiri.

"Kami memohon kepada Allah Yang Maha Menjaga, jauhkanlah Sulawesi Barat dari marabahaya api, lindungilah hutan dan ladang kami, turunkanlah rahmat air yang menyejukkan. Doa anak-anak yang tulus ini Insya Allah menjadi perisai bagi negeri," tutur Kapolda.

Santunan dan Silaturahmi Bersama Anak Yatim

Rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada doa bersama. Polda Sulbar juga menyerahkan santunan kepada anak yatim dan santri sebagai wujud kepedulian sosial. Kegiatan ditutup dengan makan bersama yang mempererat silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Kabid Humas Polda Sulbar Kombes Pol Memo Ardian menegaskan bahwa perlindungan negeri harus diperkuat dengan kekuatan doa yang tulus dari hati yang bersih. Pihaknya berharap langit Sulbar tetap teduh, buminya terjaga, dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah upaya teknis penanganan karhutla, dimensi spiritual juga memegang peranan penting bagi masyarakat Sulawesi Barat yang tengah menghadapi ancaman musim kemarau.

Reporter: Usman Harun
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top