155 Kebakaran Landa Sulbar Sepanjang Kemarau, 3.000 Hotspot Terpantau di Tengah Ancaman Karhutla

Penulis: Usman Harun  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:56:01 WIB
titik kebakaran terpantau di Sulawesi Barat sepanjang musim kemarau.

MAMUJU — Ribuan titik panas yang terdeteksi di Sulawesi Barat memicu kekhawatiran meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan pemantau mencatat sekitar 3.000 hotspot tersebar di wilayah provinsi tersebut, sementara 155 kejadian kebakaran telah terjadi baik di kawasan hutan maupun pemukiman warga sepanjang musim kering tahun ini.

Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah provinsi. Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama enam pemerintah kabupaten mengambil langkah antisipasi dengan mendirikan posko-posko penanganan di sejumlah titik rawan kebakaran. Posko tersebut dirancang untuk mempercepat respons petugas ketika muncul api di lapangan.

Larangan Tegas Pembakaran Lahan bagi Petani

Gubernur Suhardi Duka mengingatkan para petani dan pekebun agar menghentikan kebiasaan membakar lahan untuk dibersihkan maupun dibuka. Metode ini dinilai menjadi pemicu utama meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca yang kering.

“Olehnya itu, saya berharap supaya kita mencegah, jangan melakukan pembakaran dalam bentuk alasan apa pun. Itu tentunya kita berharap bahwa Sulawesi Barat ini bisa terhindar dari kebakaran yang semakin meluas,” tegas Suhardi Duka.

Ia menegaskan bahwa aktivitas pembakaran lahan bukan sekadar tindakan berbahaya, tetapi dapat berujung pada proses hukum pidana apabila memenuhi unsur pelanggaran peraturan perundang-undangan.

Upaya Pemadaman Tidak Cukup Tanpa Kesadaran Warga

Pemerintah menyadari bahwa upaya pemadaman saja tidak akan menyelesaikan persoalan. Tanpa penghentian aktivitas yang berpotensi memicu api dari masyarakat, titik-titik panas baru berpeluang terus bermunculan di berbagai wilayah.

Menurut Suhardi, pencegahan karhutla tidak bisa dibebankan hanya kepada petugas pemadam dan jajaran pemerintah. Keterlibatan serta kesadaran warga menjadi kunci utama untuk menekan risiko kebakaran yang semakin meluas.

Ia berharap musim kemarau berkepanjangan segera berakhir agar ancaman ini mereda. “Saya kira itu imbauan saya. Semoga ini menjadi perhatian kita dan kita doakan semoga hujan segera turun, kemarau berkepanjangan ini bisa berhenti, dan kita Sulawesi Barat selamat dari karhutla dan kebakaran pemukiman,” pungkasnya.

Reporter: Usman Harun
Sumber: titiksulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top