MAKASSAR — Muhammad Fadhil Taswin menjadi harapan baru bagi Sulawesi Barat di ajang MTQ KORPRI VIII tingkat nasional. Ia tampil sebagai peserta dengan nilai terbaik pada babak penyisihan cabang Hafalan 7 Surah Pilihan, mengungguli 52 peserta lain dari berbagai provinsi.
Kepastian itu diumumkan panitia di Makassar, Kamis (27/8/2026) malam. Dari total 53 peserta yang bertanding, hanya enam nama yang berhak tampil di babak final, dan Fadhil dengan nomor peserta HQE026 berada di urutan teratas.
Hasil impresif ini diraih setelah Fadhil tampil tenang saat menjalani penyisihan di Aula Sipakatau Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (26/8/2026). Ia berhasil melafalkan tiga soal hafalan yang diberikan dewan hakim dengan lancar.
Ketiga soal tersebut mencakup Surah Al-Kahfi ayat 10-14, Surah As-Sajdah ayat 2-9, serta Surah As-Sajdah ayat 18-20. Ketepatan dan kelancaran pelafalan menjadi kunci penilaian tertinggi.
Keberhasilan Fadhil tak lepas dari pengawasan ketat tim pendamping. Koordinator MTQ KORPRI Sulbar, Murdanil, menyebut pencapaian ini sebagai hasil persiapan matang dan penampilan maksimal di lapangan.
“Alhamdulillah, Fadhil berhasil masuk enam besar dan bahkan berada di urutan pertama. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ujar Murdanil kepada awak media di Makassar.
Ia menambahkan, tim pelatih dan official kini fokus mempersiapkan Fadhil menghadapi babak puncak. “Setelah ini kita persiapkan Fadhil sebaik mungkin. Mudah-mudahan pada babak final besok bisa kembali tampil maksimal dan mendapatkan hasil terbaik,” kata Murdanil.
Fadhil sendiri mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan KORPRI Sulbar. Ia menegaskan akan menjadikan babak penyisihan sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih sempurna di final, Jumat (28/8/2026).
“Terima kasih kepada KORPRI Sulbar yang mempercayakan kami untuk mewakili Sulbar di cabang tujuh surah pilihan. Alhamdulillah, baru saja diumumkan dan kami termasuk salah satu dari enam finalis,” tutur Fadhil.
Persiapan jelang final ia fokuskan pada penguatan hafalan tujuh surah yang menjadi materi lomba. “Untuk persiapan menghadapi final, tentunya kami merutinkan mengaji, khususnya membaca tujuh surah pilihan tersebut. Kemudian meminta kepada Allah agar senantiasa dijaga niatnya untuk memperbaiki hafalan,” jelasnya.
“Insyaallah kekurangan-kekurangan yang dibawa dari penyisihan bisa menjadi pelajaran dan bisa diperbaiki untuk babak final,” pungkasnya.
Babak final cabang Hafalan 7 Surah Pilihan dijadwalkan berlangsung Jumat (28/8/2026). Fadhil akan bersaing ketat dengan lima finalis terbaik lain untuk memperebutkan gelar juara sekaligus mengharumkan nama Sulawesi Barat di kancah nasional.