SULAWESI BARAT — Menurut Andi Adnan David, tradisi dan adat istiadat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi karakter bangsa. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya lokal di tengah gempuran pengaruh global.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Mamuju mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk tidak malu mengenakan pakaian adat dan aktif dalam setiap kegiatan kebudayaan. Ia menilai, pemahaman terhadap identitas budaya sendiri justru akan memperkuat jati diri di tengah pergaulan yang semakin luas.
"Jangan sampai kita kehilangan akar budaya hanya karena kita terlalu sibuk mengikuti tren dari luar. Identitas budaya adalah kekayaan yang tidak ternilai," ujar Andi Adnan David dalam sambutannya.
Upacara adat di Majene itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, pemuka masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan. Kegiatan semacam ini dinilai tidak hanya sebagai ritual seremonial, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menjaga solidaritas antarwarga.
Pelaksanaan upacara adat secara rutin diharapkan bisa menjadi medium transfer pengetahuan tentang nilai-nilai leluhur kepada generasi penerus. Para tetua adat pun turut serta memberikan arahan dan petuah kepada peserta yang hadir.
Tantangan pelestarian budaya di era digital memang semakin kompleks. Namun, kehadiran langsung para pemimpin adat seperti Raja Mamuju dalam acara semacam ini menjadi sinyal kuat bahwa nilai tradisi tetap relevan. Andi Adnan David berharap, pemerintah daerah juga terus mendukung kegiatan kebudayaan agar tidak tergerus zaman.
Ia menambahkan, kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama agar identitas budaya Sulawesi Barat tetap kokoh. "Budaya kita adalah cerminan siapa kita sebagai orang Mandar, Mamuju, dan seluruh Sulbar," pungkasnya.