MAMUJU — Aksi unjuk rasa yang melibatkan aliansi mahasiswa dan petani sawit di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, berujung pada pengunduran diri JM PT MUL. Massa yang datang dari beberapa desa di kecamatan tersebut mendesak manajemen perusahaan untuk bertanggung jawab atas sejumlah kebijakan yang dinilai tidak adil.
Dalam aksi yang berlangsung baru-baru ini, massa menyampaikan lima tuntutan kepada pihak perusahaan. Salah satu poin yang paling disorot adalah dugaan adanya perlakuan khusus atau antrean istimewa bagi kendaraan tertentu dalam proses pelayanan.
Menurut koordinator lapangan aksi, Asnandar, praktik tersebut menimbulkan kesan diskriminatif. "Tidak semua masyarakat memperoleh pelayanan yang sama," ujarnya. Massa menuntut adanya perubahan kebijakan serta pertanggungjawaban dari pihak yang dianggap bertanggung jawab atas persoalan ini.
Setelah menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada manajemen perusahaan, massa meminta JM PT MUL untuk mundur dari jabatannya. Dalam hasil mediasi yang berlangsung, JM PT MUL akhirnya membuat surat pernyataan yang menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan sebagai JM PT MUL.
Aksi yang mendapat pengawalan aparat keamanan ini mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan mengenai langkah selanjutnya pasca pengunduran diri tersebut.