POLEWALI — Puluhan warga Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, memanfaatkan momen reses anggota DPRD untuk menyampaikan langsung kebutuhan mendesak kawasan pesisir mereka. Dalam dialog yang berlangsung di lingkungan setempat, pembangunan tanggul pantai menjadi usulan yang paling mendesak diperjuangkan.
Rahmat Ichwan Bahtiar mengungkapkan bahwa usulan pembangunan tanggul sebenarnya sudah diajukan sejak 2023. Namun, proyek tersebut belum kunjung terealisasi karena kewenangannya berada di Balai Wilayah Pesisir dan Laut.
“Kita akan datang langsung ke balai yang menangani wilayah pesisir dan laut untuk menanyakan bagaimana perkembangan usulan ini. Setahu saya usulan tersebut juga pernah diajukan oleh pemerintah kelurahan dan sudah masuk ke balai,” ujar Rahmat di hadapan warga.
Anggota Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Sulbar itu menilai kawasan tersebut sangat rentan. Gelombang laut, menurutnya, bisa sewaktu-waktu menerjang rumah-rumah warga yang berada di pesisir.
Selain tanggul, warga juga menyampaikan kebutuhan bantuan sarana prasarana nelayan. Sebagian besar warga di Pantai Bahari dan Lingkungan Ujung menggantungkan hidup sebagai nelayan.
“Tadi juga ada usulan bantuan katinting serta alat tangkap ikan lainnya untuk nelayan. Mudah-mudahan melalui reses kali ini kita bisa membantu dan mengawal aspirasi tersebut,” kata Rahmat.
Ia berjanji akan memperjuangkan bantuan tersebut melalui jalur yang tersedia, baik di tingkat pemerintah daerah maupun kementerian terkait.
Dalam kesempatan yang sama, warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas sosial. Mereka membutuhkan kursi untuk kegiatan kemasyarakatan, seperti musyawarah, gotong royong, hingga acara pernikahan. Kebutuhan bantuan pembangunan masjid juga turut disuarakan.
Menanggapi hal itu, Rahmat langsung menjanjikan bantuan secara pribadi. “Kalau ada rezeki dan dana lebih, kenapa tidak kita berbagi untuk masyarakat. Yang terpenting bantuan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Ia berkomitmen memberikan 50 buah kursi untuk masyarakat Lingkungan Ujung serta membantu kebutuhan fasilitas masjid yang menjadi aspirasi warga.
Rahmat menegaskan bahwa reses bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memastikan suara warga sampai ke pemerintah. Ia mencatat seluruh aspirasi yang masuk, mulai dari perlindungan pantai, bantuan nelayan, hingga fasilitas sosial dan keagamaan.
“Jabatan yang saya emban ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang masuk akan kita kawal dan perjuangkan semaksimal mungkin,” tutup Rahmat.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog yang berlangsung hangat. Seluruh usulan warga akan menjadi bahan perjuangan Rahmat di DPRD Provinsi Sulawesi Barat untuk mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir di Polewali Mandar.