Mantan SVP Tesla Bangun Pompa Panas Rumahan yang Tak Pernah Dirilis Elon Musk, Target Pasar Energi Hunian

Penulis: Yanto Prasetya  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:29:01 WIB
Mantan SVP Tesla, Baglino, kembangkan pompa panas rumahan yang belum dirilis Tesla.

SULAWESI BARAT — Baglino bukanlah pendatang baru di dunia termal. Namanya tercatat sebagai inventor dalam paten sistem "octovalve" Tesla—unit seukuran koper di Model Y yang mengelola suhu kabin, baterai, dan motor secara simultan. Sistem itu memanfaatkan panas buang motor untuk memanaskan baterai sebelum pengisian cepat di cuaca dingin, sebuah teknologi yang saat diluncurkan jauh di atas kompetitor. Selama hampir dua dekade di Tesla, Baglino naik hingga posisi SVP yang membawahi powertrain dan energy engineering sebelum hengkang pada April 2024.

Pompa Panas Rumahan: Ide Tesla yang Tak Kunyah Sampai Jadi

Dalam panggilan pendapatan Q4 2021 awal 2022, Baglino dan Elon Musk secara terbuka membahas pompa panas residensial yang bisa menangani HVAC dan pemanas air rumah tangga. "Dari sisi misi, ini sangat selaras," ujar Baglino saat itu, seraya menambahkan bahwa unit rumahan sebenarnya lebih mudah dibuat ketimbang unit kendaraan karena tidak "terlalu dibatasi massa, volume, dan energi." Musk kemudian menambahkan kualifikasi khasnya—"ini adalah hal yang akan kami lakukan, tapi kami tidak berkomitmen pada jadwal saat ini."

Baglino menutup sesi itu dengan pernyataan yang kini terbukti visioner: "Orang-orang harus tetap melakukannya." Tesla tidak pernah merealisasikan produk tersebut. Baglino justru yang mewujudkannya lewat Sadi Thermal Machines, startup yang didirikan pada Juni 2025 dan berkantor di Scotts Valley, California—satu atap dengan perusahaan sebelumnya, Heron Power. Nama Sadi diambil dari Sadi Carnot, fisikawan Perancis yang meletakkan dasar termodinamika, induk dari teknologi pompa panas.

Tesla Tinggalkan Misi Energi demi Robot, Pasar Justru Bergerak

Misi awal Tesla adalah "mempercepat transisi dunia menuju energi berkelanjutan." Pemanas rumah merupakan salah satu sumber konsumsi bahan bakar fosil terbesar di negara maju, dan para eksekutif Tesla pernah menyebut elektrifikasinya sebagai "buah menggantung rendah" dalam transisi energi. Namun sejak 2022, perusahaan mengarahkan sebagian besar sumber daya teknik dan modalnya ke tempat lain. Musk kini menyatakan sekitar 80% nilai masa depan Tesla akan berasal dari robot humanoid Optimus, produk yang belum memasuki produksi massal.

Ironisnya, pompa panas yang sudah ada di kendaraan Tesla justru menjadi masalah. Bulan ini, Tesla digugat class action di Quebec atas dugaan cacat pompa panas yang bisa mencakup lebih dari 55.000 pemilik dan potensi kerugian hingga US$400 juta. Seorang pemilik Model 3 harus membayar tagihan perbaikan senilai US$4.477.

Pompa Panas Kini Jadi Arena Pertarungan Baru Energi Hunian

Sementara Tesla meninggalkan idenya, pasar justru bergerak cepat. Pekan depan di Intersolar Europe Munich, Differ Power akan meluncurkan pompa panas "9-in-1" seri D1 yang menggabungkan pemanas ruangan, pendingin, air panas, inverter surya, manajemen baterai, daya cadangan, dan manajemen energi dalam satu platform. Samsung sudah merilis pompa panas all-in-one pada Januari, sementara gelombang startup di AS dan Inggris berlomba mengintegrasikan pemanas, air panas, dan penyimpanan ke dalam unit yang lebih mudah dipasang.

Baglino memiliki pemahaman sistem-level tentang baterai dan elektronika daya, serta pernah duduk di ruangan saat Tesla memutuskan bahwa pompa panas residensial "selaras dengan misi" namun tidak melakukan apa-apa. Sadi Thermal Machines masih dalam mode senyap tanpa produk publik, tetapi kecocokan pendiri-pasar ini nyaris sempurna. Pertanyaannya kini: apakah Baglino bisa mengulang keunggulan termal yang dulu ia ciptakan untuk kendaraan, kali ini untuk rumah?

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top