Honda CR-V dan Subaru Crosstrek Paling Tahan Nilai, Lexus RZ dan Chevrolet Blazer EV Anjlok Drastis

Penulis: Usman Harun  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 09:33:01 WIB

Pasar SUV kompak di Amerika Serikat, yang menurut studi S&P Global 2025 merupakan segmen terbesar, menawarkan banyak pilihan. Namun, di balik kemudahan memilih, ada jebakan depresiasi yang bisa menggerus nilai investasi pemilik. Dua sumber data tepercaya, CarEdge dan KBB, baru-baru ini merilis perbandingan tingkat penyusutan nilai dari puluhan model kecil dan menengah.

Lima Tahun, Nilai Lexus RZ Bisa Tinggal Sepertiga

Model dengan depresiasi tertinggi didominasi oleh kendaraan listrik (EV) dari merek premium. Lexus RZ, yang meluncur pada 2023, menjadi contoh paling ekstrem. CarEdge memperkirakan pemilik akan kehilangan 60 persen investasi awal setelah lima tahun, sementara KBB bahkan lebih pesimistis dengan prediksi angka 66 persen.

Penyebab utamanya adalah teknologi baterai yang cepat usang. Saat diluncurkan, jarak tempuh RZ hanya 220 mil—sudah tertinggal dari kompetitor. Kini, varian 2026 memang meningkat ke 264-301 mil, tapi angka itu masih kalah dari Nissan Leaf standar yang mencapai 303 mil. Degradasi baterai pada unit bekas makin memperparah penurunan minat pembeli.

Chevrolet Blazer EV: SUV Termurah, Depresiasi Termahal

Bukan hanya mobil mewah yang anjlok. Chevrolet Blazer EV, yang banderolnya mulai dari USD 46.495 (sekitar Rp 744 juta), justru mencatat depresiasi setara mobil premium. Data CarEdge mencatat angka 60 persen dalam lima tahun, sementara KBB menyebut 67 persen—yang tertinggi di daftar ini.

Ironisnya, Blazer EV menjadi model Chevrolet paling laris di Amerika Serikat. Padahal, saudaranya, Equinox EV, terbukti jauh lebih populer. Varian tertinggi all-wheel drive SS bahkan dibanderol di atas USD 60.000 (Rp 960 juta), membuat risiko kerugian semakin besar bagi pembeli yang tidak sabar menunggu diskon besar.

Honda CR-V dan Subaru Crosstrek Justru Naik Daun

Di sisi lain, SUV kompak dari merek massal dengan reputasi keandalan jangka panjang justru menjadi primadona. Honda CR-V, yang untuk 2026 mendapatkan varian TrailSport Hybrid, hanya kehilangan 29 persen nilainya setelah lima tahun menurut CarEdge. KBB memprediksi angka 46 persen—masih jauh lebih baik dari rata-rata segmen.

Dengan harga mulai USD 32.370 (Rp 518 juta), CR-V menawarkan efisiensi hingga 40 mpg untuk versi front-wheel drive hybrid. Kabin yang tahan lama, sistem infotainment intuitif, dan nama besar Honda membuatnya selalu dicari di pasar sekunder.

Subaru Crosstrek juga tampil impresif. Meski tak sempurna, kombinasi harga terjangkau dan kemampuan segala medan membuatnya setara dengan Toyota dan Honda dalam hal retensi nilai. Model hybrid menjadi favorit karena efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan ground clearance khas Subaru.

Pelajaran untuk Konsumen Indonesia

Meski data ini spesifik untuk pasar Amerika, pola yang sama bisa berlaku di Indonesia. SUV listrik premium seperti Lexus RZ—yang juga dijual di sini—berpotensi mengalami nasib serupa karena teknologi baterai berkembang cepat. Sebaliknya, Honda CR-V dan Subaru Crosstrek yang sudah lama beredar di Indonesia kemungkinan besar tetap menjadi pilihan aman untuk nilai jual kembali.

Bagi pembeli yang mengincar SUV bekas, model dengan depresiasi tinggi seperti Chevrolet Blazer EV justru bisa menjadi tawaran menarik—asalkan siap dengan risiko teknologi yang cepat usang dan biaya perawatan baterai yang belum jelas di Indonesia.

Reporter: Usman Harun
Sumber: slashgear.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top