SULAWESI BARAT — Akademisi sekaligus pengamat transportasi darat, Djoko Setijowarno, menilai transformasi KAI tidak hanya berdampak pada sektor perkeretaapian, tetapi juga menjadi rujukan bagi berbagai perusahaan lain. Menurutnya, konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak pihak menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi.
"Konsistensi dalam menghadirkan layanan berkualitas membuat banyak perusahaan menjadikan KAI sebagai sumber inspirasi, tidak hanya perusahaan transportasi," ujar Djoko dalam diskusi mengenai perkembangan layanan kereta api nasional, Jumat (12/6/2026).
Djoko menyebut kualitas layanan transportasi publik di Indonesia kini mampu bersaing dengan sejumlah negara maju. Salah satu faktor pendukungnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan saat menggunakan transportasi umum.
Ia mencontohkan, praktik menerobos gerbang tiket yang masih kerap terjadi di kota-kota besar dunia justru relatif jarang ditemukan di Indonesia. Selain itu, keberadaan musala di stasiun kereta menjadi nilai tambah yang tidak banyak dimiliki negara lain.
"Fasilitas seperti ini tidak banyak ditemukan di negara lain. Bahkan, stasiun perkotaan yang dilengkapi fasilitas musala dengan standar layanan yang baik kemungkinan hanya dapat ditemukan di Indonesia," kata Djoko.
Di sisi lain, KAI terus mengembangkan layanan berbasis digital. Pembaruan dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari pemesanan tiket hingga peningkatan kenyamanan perjalanan.
Salah satu inovasi terbaru adalah fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan penumpang perempuan memilih kursi yang berdekatan dengan sesama perempuan, memberikan rasa aman dan nyaman selama perjalanan.
Menurut Djoko, inovasi semacam ini memperkuat posisi KAI sebagai contoh pengelolaan transportasi publik yang konsisten berkembang. Pengalaman transportasi di Indonesia, khususnya Jakarta, kini mulai menjadi acuan bagi berbagai daerah.
"Layanan KAI menjadi salah satu bukti nyata bahwa kualitas layanan yang dibangun secara konsisten dapat berkembang dari sekadar sarana transportasi menjadi sumber inspirasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Indonesia," pungkasnya.