SULAWESI BARAT — General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Sembrani Art Community dan Batik Lintang Sari Kenongo di Terminal 1. “Melalui program ini kami menunjukkan dukungan dengan memberikan bantuan kepada pelaku seni di wilayah sekitar Bandara Juanda,” ujar Tohir dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (12/6).
Tidak hanya bantuan finansial, para seniman juga akan mendapat kesempatan memamerkan karya mereka langsung di Terminal 1. Tohir menambahkan, ruang pamer tersebut akan tersedia pada bulan Juni ini. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghidupkan suasana bandara dengan identitas khas Jawa Timur.
“Bandara Juanda tak hanya tempat untuk naik turun penumpang dan pesawat, namun juga tempat untuk menunjukkan identitas daerah serta memberikan pengalaman perjalanan yang berkarakter,” tegasnya.
Ketua Sembrani Art Community, Rizky Hari Pangayom, menyambut baik inisiatif ini. Ia mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi komunitasnya yang selama ini berjuang melestarikan seni tradisional. “Kami berterima kasih dan mengapresiasi bantuan serta perhatiannya kepada pekerja seni daerah. Semoga ke depannya bantuan ini akan terus berlanjut,” ucap Rizky.
Program ini merupakan bagian dari skema Injourney Airports Community Upskilling for Aviation yang diterapkan di seluruh bandara di bawah naungan Injourney Airports. Fokusnya tidak hanya pada pemberian dana, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan masyarakat sekitar.
Pihak manajemen menekankan bahwa budaya daerah adalah aset berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan. Di tengah arus modernisasi, Bandara Juanda ingin menjadi garda depan dalam memperkenalkan ciri khas lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
PT Angkasa Pura Indonesia berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berkelanjutan. Dengan adanya “Pojok Budaya”, bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai etalase seni dan budaya yang hidup.