Harga Emas Dunia Berpotensi Koreksi di Pekan Kedua Juni, Analis Sebut Level 4.119 Jadi Kunci

Penulis: Xander Situmorang  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 20:50:01 WIB
Harga emas dunia berpotensi mengalami koreksi pada pekan kedua Juni setelah reli signifikan.

MAMUJU — Pergerakan harga emas dunia pada pekan kedua Juni diproyeksikan akan memasuki fase konsolidasi atau koreksi jangka pendek. Hal ini menyusul penguatan signifikan yang terjadi dalam beberapa sesi sebelumnya, di mana harga berhasil menyentuh area resistance yang telah diproyeksikan sebelumnya.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini menunjukkan perlunya penyesuaian harga setelah reli yang cukup agresif. Fase ini dikenal sebagai rebalancing price, yang merupakan bagian normal dari siklus pergerakan pasar dan tidak selalu menandakan berakhirnya tren kenaikan.

Apa Sinyal Teknikal yang Muncul?

Secara teknikal, sejumlah indikator mulai memberikan sinyal perlambatan momentum. Setelah mencapai puncak kenaikan terbaru, grafik pergerakan XAU/USD pada timeframe H1 menunjukkan terbentuknya swing high baru. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kekuatan beli mulai berkurang.

Selain itu, harga juga terlihat tertahan di sekitar area Moving Average (MA) 21 dan MA 34 yang saat ini berfungsi sebagai penghalang pergerakan jangka pendek. Indikator stochastic pun turut memberikan sinyal serupa dengan mulai berbalik turun setelah sebelumnya berada di area jenuh beli (overbought).

Level 4.119: Garis Pertahanan Terdekat

Geraldo menyebut area support di level 4.119 menjadi titik krusial yang perlu dicermati pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan menjadi target koreksi terdekat apabila tekanan jual mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan.

"Selama harga masih mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk kembali bergerak naik tetap terbuka," ujar Geraldo dalam analisisnya, Senin (9/6). Menurutnya, koreksi yang berpotensi terjadi saat ini masih dianggap wajar setelah kenaikan yang cukup tajam.

Sentimen Global: Suku Bunga AS dan Dolar Jadi Penentu

Di sisi fundamental, pergerakan emas pada pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pasar saat ini masih menilai bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Ekspektasi tersebut muncul karena sejumlah data ekonomi AS, seperti tenaga kerja yang solid dan inflasi yang belum sepenuhnya turun ke target, masih menunjukkan kondisi yang relatif kuat. Situasi ini memberikan dukungan terhadap dolar AS, yang biasanya menjadi tekanan bagi harga emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi investor global.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih bertahan di level tinggi juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Yield yang tinggi membuat instrumen pendapatan tetap lebih menarik dibandingkan emas yang tidak menawarkan imbal hasil, sehingga berpotensi mengalihkan dana investor.

Prospek Jangka Pendek: Konsolidasi Sebelum Tren Baru

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan harga emas masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek. Meskipun tren sebelumnya menunjukkan penguatan, fase konsolidasi ini dinilai sebagai upaya pasar untuk mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: mandarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top