Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkab Majene Tanam Pohon dan Bagikan Motor Sampah ke Komunitas

Penulis: Xander Situmorang  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 16:46:31 WIB
Bupati Majene memimpin penanaman pohon dan kerja bakti dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

MAJENE — Ribuan warga dan aparatur sipil negara (ASN) turun ke titik-titik kumuh di pusat kota, serentak membersihkan saluran air dan menanam bibit pohon di sepanjang koridor taman. Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Tammalele bersama Wakil Bupati Hj. Andi Rita Mariani memimpin langsung apel di halaman Gedung Assamalewuang, disaksikan unsur Forkopimda dan perwakilan komunitas lingkungan.

Momentum tahunan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kerja fisik. Pemerintah daerah juga menandatangani komitmen pilah sampah yang melibatkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala sekolah, dan pengelola bank sampah. “Kita ingin budaya gotong royong hidup kembali, bukan sekadar seremoni,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Motor Sampah untuk Petugas Kebersihan

Salah satu yang menyita perhatian peserta adalah penyerahan bantuan motor roda tiga dari PT Mampie Indah Perkasa kepada Pemkab Majene. Kendaraan itu akan digunakan oleh petugas kebersihan di kawasan padat permukiman yang selama ini sulit dijangkau truk sampah besar.

Selain itu, DLHK Majene memberikan penghargaan kepada sekolah dengan pengelolaan sampah terbaik, bank sampah teraktif, serta pegiat lingkungan yang dinilai konsisten menjaga kebersihan. Penghargaan ini diharapkan memicu kompetisi sehat antarwilayah.

Aksi Nyata atau Seremonial Tahunan?

Pertanyaan itu kerap muncul setiap peringatan Hari Lingkungan. Namun, tahun ini Pemkab Majene mencoba menjawabnya dengan aksi terukur: penanaman pohon di kawasan Taman Kota yang sebelumnya gersang, serta kerja bakti yang menyasar titik-titik rawan banjir di Pangali-ali. Seluruh rangkaian kegiatan juga diselaraskan secara virtual dengan Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup.

“Kami ingin gerakan ini berkelanjutan, bukan berhenti setelah acara selesai,” kata Kepala DLHK Majene dalam keterangan terpisah. Pihaknya berencana mengevaluasi komitmen pilah sampah setiap tiga bulan dan melibatkan pengawas dari komunitas setempat.

Menanam Pohon, Menuai Kesadaran

Bagi warga sekitar, kehadiran bupati dan jajaran di lokasi kerja bakti memberi sinyal bahwa persoalan sampah dan ruang hijau menjadi prioritas. Sejumlah siswa yang ikut menanam pohon mengaku baru pertama kali melihat pejabat sekaliber bupati ikut mencangkul. “Biasanya hanya pidato, sekarang ikut kotor-kotoran,” celetuk seorang guru pendamping.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ditetapkan PBB setiap 5 Juni menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan ancaman abstrak. Di Majene, dampaknya sudah terasa melalui abrasi pantai dan cuaca ekstrem yang makin sering terjadi dalam dua tahun terakhir. Aksi Sabtu lalu setidaknya menjadi langkah awal—meski masih panjang jalan menuju lingkungan yang benar-benar asri dan berkelanjutan.

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: karabao.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top