MAMUJU — Kapolda Sulbar mengingatkan bahwa setiap tugas yang diemban bukan sekadar kewajiban duniawi, melainkan ladang amal. Ia mendorong jajarannya untuk bekerja dengan ikhlas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga apa yang kita kerjakan setiap hari dicatat Allah Subuhanahu Wataalah sebagai amal kebaikan yang menambah timbangan goodness kita di akhirat kelak,” tutur Kapolda dalam apel yang digelar di halaman Mapolda Sulbar tersebut.
Di tengah semangat pengabdian, Kapolda mengapresiasi kerja keras personel yang berhasil mengungkap berbagai kasus serius, seperti pembunuhan dan penganiayaan. Ia juga menyoroti peran Polda Sulbar sebagai narasumber utama dalam forum perlindungan anak yang mendapat respons positif.
Meski demikian, Kapolda mengakui masih ada sejumlah “pekerjaan rumah” yang harus segera dituntaskan, khususnya penanganan kasus yang menyangkut perlindungan perempuan dan anak. Ia menegaskan hal ini menjadi kunci utama menjaga kepercayaan publik.
“Kasus-kasus yang belum tuntas harus menjadi perhatian serius kita semua dan segera diselesaikan. Ini kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri,” tegasnya.
Dalam arahannya, Kapolda juga menyoroti peran anggota Polri sebagai orang tua dan kepala keluarga. Ia mengingatkan bahwa mustahil mengharapkan anak yang paham agama jika orang tuanya sendiri belum memahaminya.
“Berikanlah contoh yang baik dan ajarkanlah agama kepada anak-anak kita. Agama adalah kompas hidup yang menuntun arah mereka,” pesan Kapolda.
Ia menambahkan, “Jadilah cermin yang bersih, agar anak-anak kita bisa melihat arah hidup yang benar dan terarah.”
Menutup apel, Kapolda mengajak seluruh personel menciptakan kesan positif di setiap kegiatan. Ia menanamkan budaya sederhana namun penting, yaitu Budaya Bersih dan Rapi.
“Jaga selalu nama baik Polda Sulbar. Semoga lewat kedisiplinan menjaga kebersihan dan kerapian, kita bisa tumbuh dan berkembang menjadi pribadi Bhayangkara yang lebih baik, berwibawa dan dicintai masyarakat,” tutup Kapolda.