MAMUJU — RSUD Provinsi Sulawesi Barat mulai mengoperasikan layanan Poli Ortopedi dan Traumatologi pada Selasa, 9 Juni 2026. Rumah sakit pelat merah itu menempatkan dr. Riko Febrian Kunta Adjie, seorang spesialis ortopedi dan traumatologi, sebagai tenaga medis utama di poli baru tersebut.
Selama ini, pasien dengan kasus cedera tulang berat atau trauma akibat kecelakaan di Sulawesi Barat kerap dirujuk ke luar daerah. Keterbatasan dokter ahli menjadi penyebab utama. Dengan hadirnya spesialis baru, pihak manajemen berharap beban biaya dan birokrasi rujukan bisa berkurang.
Sebagai ahli muskuloskeletal, dr. Riko akan menangani berbagai kasus pelik. Mulai dari kelainan tulang, sendi, otot, ligamen, hingga penanganan darurat bagi korban kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur Trans Sulawesi.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengatakan ekspansi layanan ini merupakan respons atas kebutuhan medis masyarakat yang kian kompleks. “Bergabungnya dr. Riko menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, khususnya di bidang ortopedi dan traumatologi. Kami optimistis pelayanan akan semakin komprehensif,” ujarnya, Minggu, 7 Juni 2026.
Penyediaan dokter spesialis ini diklaim sebagai bentuk pengejawantahan visi Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Salah satu pilar program tersebut membidik penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) unggul, termasuk di sektor pelayanan dasar seperti kesehatan.
Manajemen RSUD Sulbar mengakui, mendatangkan dokter spesialis hanyalah babak awal. Tantangan sesungguhnya kini berada pada konsistensi penyediaan fasilitas penunjang medis dan pemeliharaan alat-alat operasi modern. Tanpa dukungan infrastruktur yang mumpuni, kehadiran dokter berkompetensi tinggi sekalipun hanya akan menjadi pajangan di ruang poli.
Publik kini menanti pembuktian apakah jargon “pelayanan unggul dan berorientasi pada keselamatan pasien” benar-benar terwujud. Masyarakat berharap, kehadiran layanan baru ini benar-benar mengikis ketergantungan pada rujukan luar daerah yang selama ini membebani kantong dan waktu mereka.