SULAWESI BARAT — SKK Migas mencatat hasil positif dari pengeboran sumur GNK-PD28 yang berlokasi di Prabumulih, Sumatera Selatan. Sumur milik Pertamina EP itu berhasil menemukan akumulasi hidrokarbon yang dinilai cukup besar. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, memberikan apresiasi atas pencapaian ini.
Temuan di Gunung Kemala menjadi angin segar bagi industri hulu migas nasional. Sebab, sebagian besar sumur di wilayah kerja Pertamina EP Zona 4 sudah berusia tua dan produksinya terus menurun. Dengan adanya temuan baru ini, Pertamina bisa memperpanjang usia produksi di wilayah tersebut.
Ekspansi eksplorasi di Gunung Kemala akan dilakukan secara bertahap. Pertamina EP telah menyiapkan sejumlah rencana pengeboran lanjutan untuk memastikan besaran cadangan yang bisa dikomersialkan. Potensi ini diharapkan bisa menambah pasokan minyak mentah untuk kilang dalam negeri.
Keberhasilan pengeboran sumur GNK-PD28 berkontribusi langsung terhadap target produksi minyak nasional yang ditetapkan pemerintah. Setiap temuan baru di wilayah kerja Pertamina EP akan mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.
Bagi masyarakat sekitar, aktivitas eksplorasi ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong perekonomian lokal. Kontraktor dan tenaga kerja dari daerah setempat dilibatkan dalam proses pengeboran dan pengembangan sumur. SKK Migas memastikan seluruh kegiatan eksplorasi tetap mematuhi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.
Pertamina EP akan segera menyusun rencana pengembangan (plan of development) untuk wilayah Gunung Kemala. Proses ini mencakup studi lebih detail mengenai karakteristik reservoir dan perhitungan biaya produksi. Jika semua berjalan sesuai rencana, sumur komersial pertama di kawasan ini ditargetkan bisa beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.
SKK Migas berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan eksplorasi di seluruh wilayah Indonesia guna menemukan cadangan minyak dan gas baru. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai produksi minyak 1 juta barel per hari pada tahun 2030.